PRESIDEN ZIMBABWE TOLAK CAMPUR TANGAN ASING

Doha, 9 Jumadil Akhir 1434/19 April 2013 (MINA) – Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengatakan, Kamis (18/4) di Harare, bahwa dia menolak menerima campur tangan asing selama pemilu akhir tahun ini, Al Jazeera melaporkan sebagaimana yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Dalam pidato yang menandai 33 tahun kemerdekaan Zimbabwe, Mugabe menyambut baik upaya terbaru negara-negara Barat untuk membuka kembali dialog dengan Zimbabwe, setelah bertahun-tahun terisolasi untuk memprotes kekerasan politik, pelanggaran hak asasi manusia dan dugaan kecurangan.

Namun, ia mengatakan para pemimpin Barat harus membiarkan rakyat Zimbabwe menentukan nasib kita sendiri dan membela kemerdekaan negara itu tanpa gangguan.

“Campur tangan dalam urusan kita tidak akan pernah diterima,” kata Mugabe.

Mugabe juga menyerukan Zimbabwe untuk berperilaku terhormat selama pemilu yang dapat diselenggarakan di mana saja dari akhir Juni sampai September.

Mugabe mendesak rakyatnya untuk memilih dengan damai dan mengatakan negara itu memiliki kewajiban untuk menegakkan dan mempromosikan perdamaian sebelum, selama, dan setelah pemilu mendatang , yang akan menandai akhir dari pemerintah koalisi negara itu dengan mantan lawan politik Perdana Menteri Morgan Tsvangirai.

“Negara ini sekarang akan mengadakan pemilihan harmonis dan saya mendesak bangsa untuk menegakkan dan memajukan perdamaian,” kata Mugabe.

“Pergi dan memilihlah dengan cara Anda sendiri. Tidak ada yang harus memaksa Anda untuk memilih saya.”

Referendum damai

Partai Mugabe, Persatuan Nasional Afrika-Front Patriot (African National Union – Front Patriotik /ZANU-PF), dituding bertanggungjawab atas sebagian besar kekerasan selama pemilu 2008.

Mugabe mendesak pendukungnya meniru referendum damai bulan lalu, di mana Zimbabwe mendukung konstitusi baru.

Mugabe mengatakan kepada para pemimpin partai agar mendesak pengikutnya menghindari menyerang lawan politik.  Dia pun mengatakan telah memerintahkan polisi untuk bersikap tegas pada pelaku kekerasan politik.

Presiden mengungkapkan harapan bahwa pembicaraan untuk memulihkan hubungan dengan Barat akan mengarah pada pencabutan sanksi terhadapnya dan lingkaran dalamnya atas dugaan pelanggaran hak asasi dan kecurangan pemilu.

“Zimbabwe menyambut upaya hubungan ulang yang baru-baru ini diprakarsai oleh Inggris dan Uni Eropa,” katanya. “Kami berharap bahwa upaya ini akan mengarah pada pencabutan bersyarat sanksi ilegal di Zimbabwe.” (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply