PROSES SOLUSI DI TURKI AKHIRI PERALIHAN

Manisa, 20 Jumadil Awal 1434/1 April 2013 – Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu pada Ahad, (31/3) mengatakan bahwa proses solusi, bangsa Turki memiliki semangat baru dan kegembiraan.

“Dengan proses solusi, bangsa Turki memiliki semangat baru dan kegembiraan,” kata Ahmet Davutoglu dalam pidato yang disampaikan di kota Salihli provinsi barat Manisa pada pertemuan pelatihan Partai Keadilan dan Partai Pembangunan (AK). 

Dia menggambarkan dalam kunjungannya terakhir ke Diyarbakir, ada suasana yang berbeda. Mata yang penuh harapan dan individu yang merangkul satu sama lain. 

“Insya Allah, proses solusi di Turki akan mengakhiri peralihan. Setelah peralihan berakhir, kita akan mengurangi satu belenggu pada kaki kita,” kata Davutoglu.

Menteri Davutoglu menekankan bahwa tidak ada lagi masalah internasional yang bisa dibahas tanpa kehadiran Turki mengutip dari Anadolu kepada Mi’raj News Agency (MINA). 

Menyinggung tawaran Uni Eropa Turki, Davutoglu menekankan jika Uni Eropa membuka jalan Turki, mereka akan melanjutkan proses Uni Eropa dengan hormat. 

“Keanggotaan Uni Eropa adalah tujuan strategis kami, Jika Uni Eropa tidak membuka jalan bagi Turki, setiap orang dapat pergi ke arah yang mereka pilih,” kata Davutoglu. 

Pada permintaan maaf Israel tanggal 22 Maret ke Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan Israel harus tahu bahwa mereka adalah sama dengan semua negara dan harus mampu untuk meminta maaf. 

“Turki tidak perlu uang untuk bangkit dari reparasi. Yang penting di sini adalah Israel harus membayar harga untuk serangan yang mematikan pada kapal bantuan Mavi Marmara yang mengakibatkan terbunuhnya sembilan orang Turki pada Mei 2010,” kata Davutoglu.

Davutoglu juga menegaskan bahwa mereka adalah ahli waris dari negara global. Generasi masa depan, mereka yang datang setelah kita akan menjadi warga negara global, Davutoglu mencatat. 

“Kami akan bersuara dan mengatakan di mana-mana di mana kita memiliki syahid. Kami tidak memiliki batas di mana kami memiliki syahid dan kami tidak akan membiarkan perbatasan menjadi tembok,” kata Davutoglu. 

Dia menambahkan, kami menyebutnya sebagai neo-Utsmani. Kami menghormati setiap nilai Dinasti Utsmani. Kami akan merasa terhormat debu kaki nenek moyang kami, kami mendapatnya di mana mana.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply