RAKYAT PALESTINA APRESIASI DUKUNGAN INDONESIA

Jakarta, 2 Jumadil Akhir 1434/12 April 2013 (MINA) – Caca Cahyaningrat, Ketua Harian Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dalam konferensi pers di Jakarta Rabu (10/4) mengatakan, rakyat Palestina di Jalur Gaza menyampaikan apresiasinya terhadap rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan baik materi maupun moril terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan Al-Quds.

“Rakyat Palestina mengapresiasi dukungan Indonesia karena hubungan emosional dan akidah. Rakyat Palestina menganggap bahwa Indonesia saudara tua. Walaupun jarak antara Indonesia dan Palestina jauh, namun dekat di hati,” kata Caca.

Ia juga mengatakan bahwa rakyat Palestina selalu menyampaikan salam untuk Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, bahkan muslim terbesar di dunia.

Konferensi Pers diselenggarakan dalam rangka menyambut kedatangan relawan yang barus saja tiba dari Jalur Gaza.

Pada Konser di Al Azhar Conference Centre, Kairo, Rabu (3/4), Rois Rahma Fathoni, dalam orasinya mengutip perkataan yang pernah diucapkan Bung Karno, “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

Utusan dari Malaysia, Wan Subki menyatakan dalam sambutannya menyampaikan, isu Palestina akan menyatukan seluruh umat Islam.

Penyaluran bantuan selama di Palestina, di antaranya penyerahan dua unit mobil ambulance yang dibeli di Mesir. Juga pemberian bantuan kepada Yayasan As-Salamah, sebuah lembaga yang mengurus para korban perang yang mengalami cacat fisik mental permanen.

Pendidikan

Walaupun dalam kondisi kekurangan, namun dalam bidang pendidikan di Gaza sangat diperhatikan. Seperti dilakukan  Universitas Islam Gaza dan Al-Aqsa University Gaza yang menyampaikan pengumuman adanya pemberian beasiswa bagi calon-calon mahasiswa untukkuliah di kedua universitas tersebut.

Universitas Islam Gaza merupakan salah satu universitas swasta yang terbesar di Gaza dengan menampung sekitar 20.000 mahasiswa. Sedangkan Al-Aqsa University Gaza merupakan universitas milik pemerintah menampung sekitar 25.000 Mahasiswa. Bantuan ditujukan untuk mahasiswa kurang mampu dan anak anak syuhada.

Tiga mahasiswa Indonesia pun menimba ilmu di Gaza melalui program kerjasama beasiswa antara Universitas Islam Gaza dan Pesantren Al-Fatah Indonesia.

Tak ketinggalan bantuan disalurkan kepada lembaga Tahfidz Al-Quran. Di lembaga tersebut dididik tidak kurang dari 600 penghafal Al-Qur’an. Mereka sangat kekurangan dana untuk terus menambah jumlah penghafal Al-Qura’n.

Jalur Gaza yang merupakan wilayah yang terletak di bagian Tenggara Tanah Palestina dengan panjang sekitar 35 kilometer dan lebar antara lima sampai tujuh kilometer.

Pada Juni 2007, Gaza diblokade oleh penjajah Israel, ketika gerakan perlawanan Palestina, Hamas berhasil mengambil alih kontrol atas wilayah kantong Palestina itu. Hingga kini, blokade Israel telah mengakibatkan memburuknya kondisi warga Gaza dan musibah yang diderita oleh masyarakat di wilayah tersebut. Nyawa ratusan pasien di Gaza terancam dan kurangnya obat-obatan, bahkan dalam beberapa tahun terakhir, ratusan warga Palestina telah meninggal dunia.

Populasi penduduk Jalur Gaza sekitar 1,7 juta jiwa dengan mayoritas penduduknya Muslim, sementara sekitar 200.00 penduduk penganut agama kristen. “Seperti di Indonesia, mereka hidup berdampingan,” tambah Caca. (L/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply