REKTOR UIN JAKARTA : SEKARANG MASA KEMAJUAN UMAT ISLAM

 

 

 

Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat tengah menyampaikan materi pada Konferensi Internasional tentang Islam, Peradaban, dan Perdamaian di Jakarta, Selasa (23/4). (Foto : MINA)

Jakarta, 14 Jumadil Akhir 1434/23 April 2013 (MINA) – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat mengatakan, sekarang adalah masa bagi umat Islam untuk tampil mengubah peradaban dan memimpin dunia seperti yang telah dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

“Saat ini adalah masa yang tepat bagi umat Islam untuk menunjukkan kapasitasnya kepada masyarakat internasional bahwa Muslimin mampu tampil di depan, mengubah peradaban, dan memimpin dunia sebagaimana pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan para sahabatnya,” katanya saat acara Konferensi Internasional tentang Islam, Peradaban, dan Perdamaian di Jakarta, Selasa (23/4).

Komaruddin Hidayat juga mengatakan, dalam Al-Qur’an banyak menyebutkan ayat-ayat yang menjelaskan tentang kondisi masyarakat global yang akan dialami oleh umat Islam dan saat ini adalah masanya bagi Muslimin mengalami hal tersebut sesuai dengan yang telah dikabarkan dalam Al-Qur’an.

“Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan suatu masa umat Islam akan menghadapi tantangan global dan hidup di tengah-tengah masyarakat global. Saat ini adalah masanya kita hidup di tengah masyarakat global dengan berbagai macam tantangannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rektor UIN Jakarta itu menjelaskan berdasarkan fakta sejarah, umat Islam mengalami kemajuan pada 700 tahun pertama. Kemudian pada 700 tahun kedua mengalami kemunduran. Kemudian sekarang masuk masa ketiga yang merupakan momentum kebangkitan bagi umat Islam.

Namun bagi Muslimin di Indonesia dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya, hal itu merupakan tantangan besar yang harus mereka hadapi. Meskipun mayoritas Muslimin, tapi dalam menerapkan nilai-nilai keislaman masih kalah dengan negara-negara yang dipegang oleh pemerintahan non-Muslim.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Husein Islami, seorang aktivis muslim di Amerika, dia melakukan penelitian tentang penerapan nilai-nilai Islam di lebih dari 200 negara di dunia. Ternyata negara yang kehidupan masyarakatnya dan perangkat perundangannya paling mendekati nilai-nilai Islam adalah Selandia Baru.

Peringkat selanjutnya di pegang oleh negara Luksemburg, Denmark, dan Kanada. Sementara itu, negeri jiran Malaysia berada di peringkat 36, Yordania di peringkat 77, dan Indonesia di peringkat ke 140.

Dari hasil penelitian tersebut, Komaruddin menyatakan, umat Islam di manapun berada harus optimis melihat tantangan ini. ”Kita punya sumber hukum yang benar dan punya contoh teladan yang sempurna. Tentu dengan semangat yang kuat kita pasti akan bisa membuktikan bahwa umat Islam mampu meraih kejayaannya,” tambahnya. (L/P01/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply