INDONESIA – YORDANIA SEPAKAT JALIN HUBUNGAN EKONOMI

Menteri Agama RI, Suryadharma Ali (kanan) bersama mantan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Yordania, Abdul Salam Al-Abbadi dalam konferensi pers bersama seusai pembukaan Konferensi Internasional untuk Islam, Peradaban, dan Perdamaian di Jakarta, Selasa (23/4). (Foto :MINA)

Jakarta, 13 Jumadil Akhir 1434/23 April 2013 (MINA) – Indonesia dan Yordania telah setuju melakukan kerjasama ekonomi Islam untuk meningkatkan sektor ekonomi kedua negara dan juga masyarakat Muslim.

Lebih jauh lagi, dalam prakteknya nanti bentuk aplikasi kerjasama itu berupa perbankan wakaf. Perbankan wakaf merupakan salah satu bentuk ekonomi Islam terbaru yang pernah ada saat ini yang baru dilaksanakan di Yordania.

Sementara itu, Yordania melalui mantan Menteri Wakaf dan Urusan Islam, Abdul Salam Al-Abbadi juga menawarkan kepada Indonesia mengenai pariwisata religi.

Jamaah haji dari Indonesia setelah menunaikan ibadah haji, sebelum pulang ke tanah air bisa menyempatkan diri mengunjungi situs-situs bersejarah di Yordania. Dalam wisata ini para jamaah haji juga ditawarkan untuk mengunjungi Masjidil Aqsa di Palestina yang masih dalam cengkeraman penjajah Israel.

Program ini sudah disepakati antara Raja Abdullah dan Presiden Palestina, Mahmud Abbas. Dengan begitu, jika bisa dilaksanakan, umat Islam akan lebih dekat lagi dengan Masjidil Aqsa.

Dalam sejarah, Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam selain Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Umat Muslim percaya bahwa Nabi Muhammad Shalalallahu ‘Alaihi Wa Salam diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat itu setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram ke Masjidil Al-Aqsa dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Karena itu, diharapkan Indonesia dapat membuat program pariwisata ke Yordania lebih baik. “Kami akan memberi fasilitas,” jelas Abdul Salam.

Menanggapi hal itu, Menteri Agama Suryadharma Ali memberi apresiasi kepada Kerajaan Yordania, khususnya Raja Abdullah, yang telah memelihara tempat-tempat bersejarah di negara itu. Umat Islam di Indonesia memang sangat menaruh perhatian besar terhadap tempat sejarah Islam di kawasan Timur Tengah, termasuk di Yordania. Pengetahuan tentang tempat bersejarah bagi umat Islam itu sudah diajarkan sejak umat Islam belajar di Pondok Pesantren dan Madrasah. Karena itu, ke depan, ia akan mengupayakan adanya program wisata religi ke Yordania. (L/P01/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply