SEKJEN FUI : POLRI HARUS LAKUKAN REKONSILIASI DENGAN UMAT ISLAM

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath, Jakarta, Ahad (14/4). (Foto : MINA/AR)

Jakarta, 5 Jumadil Akhir 1434/14 April 2013 (MINA) – Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan rekonsiliasi dengan umat Islam sehubungan dengan tindakan penganiayaan terhadap beberapa Muslimin yang dilakukan oleh satuan Detasemen Khusus (Densus) 88.

”Tindakan penganiayaan terhadap beberapa Muslimin selama ini oleh Densus 88 adalah bentuk kedzaliman kepada seluruh umat Islam. Oleh karena itu, umat Islam menuntut kepada polisi untuk segera melakukan rekonsiliasi kepada umat Islam khususnya kepada korban penyaniayaan dan keluarganya,” kata Al Khaththath saat acara Tabligh Akbar bertema “Bubarkan Densus 88” di Jakarta, Ahad (14/4).

Adapun bentuk rekonsiliasinya, menurut Al Khaththath adalah polisi membayar diyat (ganti rugi) kepada korban yang teraniaya dan keluarga korban yang terbunuh sesuai dengan syariat Islam.

“Setiap korban yang terbunuh, polisi harus membayar diyat setara dengan seratus ekor unta, demikian juga kepada korban yang mengalami penyiksaan, Polisi harus membayar diyat sesuai dengan ketentuan hukum Islam,” ungkapnya.

Dia juga mendesak kepada Polisi untuk segera membebaskan para terduga teroris yang saat ini berada di penjara. “Syarat rekonsiliasi yang kedua adalah Polisi harus membebaskan semua terduga teroris yang saat ini meringkuk di penjara. Polisi tidak punya bukti-bukti yang kuat. Mereka hanya korban dari fitnah belaka” ungkapnya lagi.

Menurutnya, Semua itu hanyalah fitnah yang dilontarkan oleh orang-orang yang tidak senang dengan Islam. “Zionis dan Amerika pasti berada dibelakang mereka itu,” tegas Al Khaththath.

Al Khaththath juga menyatakan jika polisi tidak melakukan langkah rekonsiliasi dan membayar diyat sesuai syariat Islam, maka Polisi akan bertanggung jawab dihadapan Allah di akhirat kelak. Itu akan menjadi tanggungan yang sangat berat bagi Polisi.

“Jika Polisi tidak melakukan rekonsiliasi dan membayar diyat, maka mereka akan bertanggung jawab di hadapan Allah kelak, dan itu akan sangat berat bagi mereka. Jika himbauan ini tidak diindahkan oleh mereka, maka sebaiknya Densus 88 dibubarkan saja,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Humas Polri Boy Rafli Amar melaporkan, sampai saat ini ada sekitar 800 orang tersangka teroris yang diamankan oleh Polisi. Diantara mereka ada yang sudah menjalani peradilan dan sudah divonis hukuman oleh pengadilan.

Tabligh akbar tersebut juga dihadiri oleh tokoh dan  ulama seperti Ustad Abu Jibril Abdurrahman, Munarman dan beberapa tokoh lainnya. (L/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply