SEKOLAH ISLAM TERBAKAR TEWASKAN 13 SISWA HAFIZ QUR’AN

Yangon, 22 Jumadil Awal 1434/3 April 2013 (MINA)-  Sekolah  Islam terbakar yang terbakar menewaskan sekitar 13 siswa Hafiz Qur’an. Selain sekolah, sebuah masjid dan bangunan asrama sekolah di kota terbesar Myanmar juga ikut terbakar. Menurut informasi, kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik pada dini hari di Masjid Yay-Gyaw.

Ketika kebakaran itu terjadi, menurut laporan Media  Myanmar pada Selasa pagi bahwa 13 siswa yang semuanya laki-laki itu tewas itu akibat terperangkap di dalam gedung sekolah lantai dua yang sedang tidur di sekolah di Botahtaung Township ketika kebakaran terjadi sekitar pukul tiga pagi. Para siswa meninggal akibat  luka bakar dan menghirup asap, empat siswa yang awalnya dilaporkan hilang kini masih hidup dan mengalami luka-luka.

Aparat setempat mengatakan kebakaran tersebut dipicu oleh inverter terlalu panas “dan bukan karena ada kegiatan kriminal.”

Tak lama setelah kebakaran itu, para petugas pemadam kebakaran segera datang dan memadamkan api. Bangunan dua lantai itu meski hangus tapi masih dalam keadaan utuh. Setidaknya tiga truk polisi anti huru hara dikerahkan di dekat masjid. Sekitar 150 Muslim berkumpul di luar, beberapa di antaranya takut jika kebakaran itu terkait dengan kerusuhan sektarian.

Menurut laporan Blogger Rohingya seperti dipantau MINA, kebakaran itu terjadi tidak disengaja tapi ada konspirasi. Saksi mata mengatakan, pakaian mahasiswa di kamp bantuan basah dengan minyak diesel .

Sebagian guru sekolah itu berdatangan. Mereka ingin tahu apa sebenarnya yang menyebabkan sekolahnya terbakar. Para guru juga terlihat sibuk untuk membantu memadamkan api. Karena bergegas, salah seorang guru tiba-tiba terpeleset dan jatuh menginjak minyak dan seluruh bajunya basah dengan minyak.

Para siswa itu sebenarnya tidak tahu jika sekolah mereka yang berlantai dua itu terbakar. Dari 70 siswa, 51 orang berhasil ke luar dan menyelamatkan diri. Menurut seorang yang selamat bahwa di sekolahnya tidak mempunyai bensin yang tersimpan sekali pun.

Sementara itu, pasukan pemadam kebakaran terlihat memadamkan api di tiga titik besar. Para pemimpin Islam dan umat Islam setempat berkumpul di sekolah pada Selasa pagi untuk berdoa bagi jiwa-jiwa orang yang meninggal. (T/P010/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply