SERANGAN DI SUDAN SELATAN TEWASKAN 12 PETUGAS PBB

Juba, Sudan. 29 Jumadil Awal 1434/10 April 2013 (MINA) – Sebuah serangan oleh sekelompok pria tidak dikenal di Jonglei Timur, Sudan Selatan menewaskan 12 petugas PBB, Daily Nation yang berbasis di Kenya melaporkan, Selasa (9/4)

“Lima orang warga India yang berugas sebagai penjaga perdamaian PBB untuk Misi Sudan Selatan (United Nations Mission in the Republic of South Sudan / UNMISS) dan tujuh staf administratif PBB dilaporkan tewas, empat lainnya lterluka,” tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri India Syed Akbaruddin di Twitter.

Dalam pernyataannya, pejabat PBB di Sudan Selatan, Hilde Johnson mengecam aksi pembunuhan petugas penjaga perdamaian dan beberapa staf sipil saat mengawal konvoi PBB tersebut.

Wilayah Jonglei Timur, Sudan Selatan, menjadi ajang konflik etnis yang luas sejak Sudan Selatan merdeka pada Juli 2011. Terjadi pertempuran berdarah antar etnis yang bersaing di antaranya etnis Dinka, Lou Nuer dan Murle.

Sebagian besar konflik berpusat di kabupaten Pibor, Jonglei, tempat petugas penjaga perdamaian PBB beroperasi.

Pada Maret lalu diberitakan, seorang tentara India ditembak dan terluka, di tengah tingginya ketegangan antara pemerintah dan gerakan perlawanan.

Sebelumnya, Desember tahun lalu, sebuah helikopter PBB ditembak jatuh, menewaskan empat tentara Rusia di dalamnya.

Di tengah bentrokan antara kelompok-kelompok etnis dan pasukan pemerintah, pasukan PBB baru-baru ini meningkatkan patroli untuk mencegah kekerasan dan memenuhi misi mereka untuk melindungi warga sipil.

Pejabat PBB di Sudan Selatan Hilde Johnson mengatakan, tanpa terjaminnya stabilitas dan perdamaian di wilayah Jonglei, negara bagian terbesar di Sudan Selatan, dalam jangka panjang keamanan negara tersebut masih berisiko.

“Saya mendesak masyarakat Murle, Lou Nuer dan Dinka, pemimpin mereka serta pemerintah Jonglei dan Sudan Selatan untuk melanjutkan upaya perdamaian,” tambahnya.

Jubir Kemenlu India Syed Akbaruddin mengatakan, akibat banyaknya korban petugas PBB asal India yang bertugas di Sudan Selatan, pemerintahnya mulai mengatur jadwal pengembalian pulang warganya ke negaranya. (T/P09/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply