SERANGAN TERBARU DI NIGERIA UTARA TEWASKAN 25 ORANG

Maiduguri, Nigeria, 17 Jumadil Akhir 1434/27 April 2013 (MINA) – Sebuah serangan terbaru kelompok perlawanan Boko Haram di Nigeria Utara, Kamis (25/4), yang menyerbu beberapa kantor polisi menewaskan 25 orang dan mencuri hampir $ 60.000 dari bank.

“Lima polisi dan 20 pria bersenjata telah dikonfirmasi tewas ketika beberapa Boko Haram menyerang polisi di kota Gashua,” kata komisaris polisi negara Yobe, Sanusi Rufai seperti dikutip Modern Ghana, Jum’at (26/4).

Selain penyerbuan terhadap polisi yang menjadi target umum Boko Haram, Rufai mengatakan pria bersenjata juga merampok bank dan membawa pergi sembilan juta naira ($ 57.000/€ 44.000) dan dua kendaraan.

Serangan itu merupakan kelanjutan dari kontak senjata yang terjadi pekan lalu di kota Baga yang terpencil, menewaskan 187 orang.

Seorang pejabat melaporkan, banyak orang yang selamat dari bentrokan brutal itu yang saat ini masih bersembunyi.

Petugas penyelamat yang berjuang merawat korban Baga, mencoba mendorong para pengungsi kembali ke rumah yang rusak oleh api.

Di Baga, daerah dekat Danau Chad, Badan Manajemen Darurat Nasional (National Emergency Management Agency/NEMA) telah mendirikan 10 kamp pengungsi dan sedang berusaha untuk mendistribusikan bahan bantuan setelah pertempuran sengit Jum’at pekan lalu.

“Tapi pekerjaan menjadi rumit dalam masyarakat yang trauma dengan pembantaian,” kata juru bicara NEMA, Manzo Yehezkiel. “Mereka tidak skeptis karena dari NEMA, tapi pada awalnya mereka lari karena NEMA datang dengan tentara. Banyak orang masih bersembunyi,” tambah Yehezkiel.

Tentara telah dituduh menembak tanpa pandang bulu terhadap warga sipil ketika mengatur kebakaran ke sejumlah rumah dan pasar setelah pertempuran senjata dengan gerakan perlawanan  pecah.

Ribuan orang dilaporkan telah melarikan diri ke semak-semak di luar Baga ketika mencoba melarikan diri dari pertumpahan darah.

Namun, militer dengan tegas membantah melakukan kesalahan dan mengklaim bahwa hanya 37 orang tewas. Mereka menuding kebakaran yang menghancurkan hampir setengah kota, disebabkan oleh granat dan tembakan gerakan perlawanan.

“Kita perlu menunjukkan kepada orang bahwa apa yang kita miliki sekarang di Baga adalah bantuan, bukan serangan lagi,” kata Yehezkiel. Palang Merah juga telah dikerahkan ke kota nelayan itu, namun  masih menilai skala kehancuran. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply