SUDAN DAN SUDAN SELATAN TINGKATKAN HUBUNGAN

Juba, Sudan Selatan, 4 Jumadil Akhir 1434/13 April 2013 (MINA) – Presiden Sudan, Omar al-Bashir dalam kunjungannya ke Juba, ibukota Sudan Selatan, Jum’at (12/4), mengatakan Sudan dan Sudan Selatan akan menormalkan hubungan dan memulai kerjasama lintas batas, Al Jazeera melaporkan yang dipantau MINA.

Kunjungan Bashir tersebut adalah yang pertama kali ke Sudan Selatan sejak Juli 2011, ketika selatan memisahkan diri dan menjadi negara merdeka.

“Kunjungan ini menunjukkan awal kerjasama didasarkan pada normalisasi hubungan antara kedua negara,” kata Bashir dalam pidatonya di Juba.

Sementara, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit mengatakan ia telah setuju dengan Bashir untuk melanjutkan dialog menyelesaikan semua konflik yang beredar di antara kedua negara Afrika bertetangga itu.

“Beberapa masalah perlu pembahasan lebih lanjut,” kata Kiir dan menambahkan ia telah menerima undangan dari Bashir untuk segera mengunjungi Sudan, perjalanan kedua sejak pemisahan negara.

Bashir diterima di bandara Juba oleh Kiir, mantan musuh perang sipil dan seorang mantan komandan gerakan perlawanan. Sebuah band militer memainkan lagu kebangsaan kedua negara. Para menteri Sudan Selatan yang berkumpul juga menyambut Bashir.

Perbatasan yang disengketakan

Kedua negara sepakat bulan Maret lalu melanjutkan aliran minyak lintas perbatasan dan mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan yang melanda sejak Sudan Selatan memisahkan diri pada Juli 2011, menyusul perjanjian yang mengakhiri perang sipil puluhan tahun.

Kedua negara masih belum sepakat tentang siapa yang memiliki provinsi Abyei dan daerah lainnya di sepanjang 2.000 km di perbatasan yang disengketakan. Kiir mengatakan, kedua pemimpin akan melanjutkan diskusi.

Bashir telah merencanakan mengunjungi Juba tahun lalu, namun dibatalkan ketika pertempuran meletus di sepanjang perbatasan dan hampir berkobar menjadi perang dengan skala besar. Berbicara bersama Kiir, Bashir mengatakan ia telah memerintahkan perbatasan Sudan dengan Sudan Selatan akan dibuka untuk lalu lintas.

“Saya sudah menginstruksikan pemerintah Sudan dan masyarakat sipil untuk membuka diri terhadap saudara-saudara mereka di Republik Sudan Selatan,” katanya. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply