SUDAN TUDUH LINDUNGI JOSEPH KONY

Washington, 17 Jumadil Akhir 1434/26 April 2013 (MINA) – Kelompok  Resolve LRA Crisis Initiative yang berbasis di Washington merilis sebuah laporan yang menuduh Sudan memberikan perlindungan kepada pimpinan gerakan perlawanan Joseph Kony, salah satu panglima perang paling dicari di dunia, Jumat (26/4), Washington.

“Saksi mata bersaksi bahwa unsur-unsur militer Sudan aktif memberikan pemimpin LRA Kony dan lainnya  keamanan periodik di wilayah Sudan yang dikendalikan sejak 2009 sampai setidaknya Februari 2013,” kata laporan itu, Modern Ghana melaporkan.

Laporan yang berjudul Hidden in Plain Sight (Tersembunyi di Plain Sight), juga memuat gambar satelit kamp LRA yang baru ditinggalkan, di mana Kony terakhir terlihat pada akhir tahun 2012, di wilayah Sudan sepanjang perbatasan yang disengketakan dengan Sudan Selatan.

Mantan anggota LRA dan sumber-sumber lain mengatakan kepada peneliti bahwa meskipun Kony berada di wilayah Sudan yang dikendalikan, Kony terus mengarahkan serangan LRA terhadap warga sipil di negara-negara tetangga.

“Selama Kony dapat menemukan tempat yang aman di Sudan, ia dapat menghindari kejaran pasukan Uganda hanya dengan melintasi perbatasan setiap kali mereka didekati,” kata Michael Poffenberger, Direktur Eksekutif  Resolve dan salah satu penulis utama laporan.

“Sudan seharusnya tidak diperbolehkan menjadi pelabuhan salah satu penjahat perang yang paling brutal dan terkenal di dunia dengan impunitas (kebal hukum).”

Kelompok Resolve menyeru masyarakat internasional, termasuk PBB dan Uni Afrika, agar menekan Sudan mau bekerjasama dalam upaya memerangi LRA dan memperkuat upaya mereka sendiri terhadap kelompok gerakan perlawanan.

Kony adalah pemimpin Tentara Perlawanan Tuhan (Lord’s Resistance Army/LRA) yang terkenal karena memutilasi korban dan menculik anak-anak untuk digunakan sebagai tentara dan budak seks. Dia telah melancarkan perlawanan melawan pemerintah Uganda selama lebih dari 25 tahun.

Dia memproklamirkan diri sebagai nabi dan mengaku bahwa kelompoknya memberontak berjuang untuk membentuk pemerintahan berdasarkan Sepuluh Perintah Alkitab. Kony dan pemimpin LRA lainnya menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Pengadilan Pidana Internasional.

Awal bulan ini, AS menawarkan hadiah $ 5 juta untuk penangkapan Kony. Sekretaris Negara  John Kerry mengatakan tidak akan mudah untuk menemukannya. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply