TAHANAN MOGOK MAKAN DI GUANTANAMO SEMAKIN KRITIS

 Guantanamo, 15 Jumadil Akhir/24 April 2013 (MINA) – Seorang pejabat militer AS, Letkol Samuel House melaporkan, empat orang dari para tahanan mogok makan di penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba, berada dalam kondisi kritis dan telah dipindahkan ke rumah sakit penjara.

Letkol Samuel House juga mengumumkan, 17 dari 84 tahanan yang melakukan aksi mogok makan dipaksa makan melalui hidung untuk mencegah kondisi yang semakin parah terhadap kesehatan mereka.

Seperti dikutip dari situs Press TV, pejabat dari penjara Guantanamo melaporkan data resmi yakni 84 tahanan mengikuti aksi mogok makan, namun pengacara pembela para tahanan telah membantahnya, mereka mengungkapkan jumlah tahanan yang mengikuti aksi mogok makan sejumlah 166 orang.

 Para tahanan memprotes penahanan mereka yang tidak tahu kapan akan berakhir dan  tanpa tuduhan apapun serta tanpa hak untuk mendapatkan pengadilan hukum.

Salah satu pelaku aksi mogok makan yang telah ditahan di kamp militer selama hampir 11 tahun tanpa tuduhan apapun melakukan aksi protesnya dengan mengangkat sebuah papan yang bertuliskan  “Gitmo membunuh saya,”   foto itu diterbitkan dan ditulis menjadi sebuah artikel oleh harian AS, The New York Times.

Samir Naji al-Hassan Moqbel, tahanan yang berusia 35 tahun yang menulis artikel dengan bantuan seorang penerjemah bahasa Arab dan pengacara AS yang ditunjuk, mengatakan ia telah kehilangan lebih dari 30 kilo berat badannya sejak memulai mogok makan pada 10 Februari 2013 lalu.

“Bulan lalu, pada tanggal 15 Maret, saya sedang sakit di rumah sakit penjara dan menolak untuk diberi makan. Sebuah tim dari ERF (Pasukan Reaksi Ekstrim/Extreme Reaction Force), satu regu beranggotakan delapan petugas polisi militer anti huru hara, menyerbu masuk. Mereka mengikat tangan dan kaki saya ke tempat tidur. Mereka memasang infus secara paksa ke tanganku. Saya menghabiskan 26 jam dalam keadaan ini, terikat di tempat tidur,” tulisnya dalam sebuah artikel.

“Aku tidak akan pernah lupa pertama kali mereka memasukkan makanan melalui hidungku. Saya tidak bisa menjelaskan betapa sakitnya dipaksa makan dengan cara ini,” tambahnya.

Para pelaku  mogok makan dimulai pada awal Februari, sebagian besar tahanan Guantanamo telah dijemput oleh pasukan militer Amerika di Afghanistan dan Pakistan pasca pendudukan pimpinan AS di Afghanistan dengan dalih menghapus rezim Taliban Saudi dan Pakistan. (T/P05/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply