TALIBAN PAKISTAN BANTAH TERLIBAT BOM MARATON BOSTON

Islamabad, 7 Jumadil Akhir 1434/17 April 2013 (MINA) – Kelompok Taliban Pakistan, Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), Selasa (16/4), membantah keterlibatannya dalam pemboman di garis finish Maraton Boston, Senin sore, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih 140 lainnya, Khaama Press melaporkan yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Juru bicara TTP Ehsanullah Ehsan yang dikutip sebuah kantor berita Perancis mengatakan, “Kami percaya AS dan sekutunya diserang, tetapi kami tidak terlibat dalam serangan ini.”

“Kami tidak memiliki keterkaitan dengan pemboman ini, tetapi kami akan terus menargetkan mereka (Amerika dan sekutunya) sedapat mungkin,” tambah Ehsan.

TTP mengaku bertanggung jawab di balik rencana gagal pemboman Times Square pada tahun 2010, di mana pelaku pengeboman seorang warga negara Pakistan-Amerika Faisal Shahzad yang kini dipenjara seumur hidup.

Namun seorang juru bicara TTP kemudian membantah bahwa faksinya telah melatih atau merekrut Shahzad.

TTP berbasis di Pakistan Barat Laut, daerah suku di perbatasan Afghan yang dituduh untuk beberapa serangan mematikan di Pakistan.

Tidak ada kelompok yang sejauh ini mengaku bertanggung jawab di balik serangan di Maraton Boston. Namun Presiden Amerika Serikat Barack Obama, tanpa mengucapkan kata “teror”, mengatakan bahwa para pelaku akan membayarnya.

Analisa pengamat

Max Abrahms, pakar terorisme di Universitas Johns Hopkins di Baltimore, AS, berspekulasi bahwa pelaku ledakan bisa teroris asing atau domestik, Channel4 melaporkan.

Berbicara kepada Sky News, Abrahms mengklaim al-Qaeda menjadi terdesentralisasi setelah mengalami tahun gesekan dengan AS. Dia juga mengangkat prospek kelompok sayap kanan, seperti yang dipimpin oleh Timothy McVeigh, yang pernah menewaskan 168 orang dalam pengeboman Oklahoma City tahun 1995, tercatat itu adalah peringatan 20 tahun berakhirnya pengepungan Waco, di mana 76 orang tewas.

“Saya pikir itu adalah kelompok afiliasi Al-Qaeda atau kelompok ekstremis sayap kanan,” kata Abrahms.

Richard Barrett, mantan koordinator tim pemantau PBB untuk al-Qaeda dan Taliban, mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang harus disalahkan atas ledakan maraton, tetapi dia mengatakan dari waktu serangan pada Hari Patriot dan ukuran perangkat bom yang relatif kecil, diduga itu karya seorang ekstremis domestik.

“Tampaknya, lebih mungkin itu adalah insiden teroris sayap kanan, daripada serangan al-Qaeda karena ukuran perangkat,” kata Barrett yang sekarang menjabat direktur senior di Akademi Studi Keamanan Internasional Qatar.

Barrett mengatakan jumlah insiden ekstremis sayap kanan di AS telah berkembang sejak serangan 11 September. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply