TAMAN TALMUD SEBUAH PELANGGARAN WILAYAH

Jakarta, 2 Jumadil Akhir 1434/12 April 2013 (MINA) – Rencana Israel membangun taman Talmud di sisi timur Masjid Al-Aqsha Palestina merupakan sebuah pelanggaran internasional di wilayah itu.

“Jika benar-benar taman Talmud dibangun maka jelas itu adalah sebuah pelanggaran Internasional yang dilakukan secara terbuka, dan ini pelanggaran Israel yang ke sekian kalinya,” kata Hamdan Basyar, Direktur Eksekutif ISMES (Indonesian Society for Middle East Studies) di Jakarta, Rabu (10/4).

Menurutnya, hal itu merupakan pelanggaran nyata karena tanah tersebut bukan milik Israel. Ini merupakan pelanggaran wilayah. Sayangnya tidak ada yang bisa mencegah pelanggaran tersebut,” tambahnya.

PBB tidak bisa mencegah pelanggaran yang dilakukan Israel. Hal ini terkendala setiap akan ada resolusi dari dewan PBB untuk mencegahnya dengan memberikan sanksi keras terhadap Israel, maka Amerika Serikat tampil untuk membela Israel, papar Hamdan kepada Mi’raj News Agency (MINA).

“Artinya resolusi tidak akan menjadi kenyataan, di sini permasalahannya. Jadi, PBB itu harus direformasi termasuk lima negara anggota tetap dewan keamanan harus disesuaikan dengan kondisi sekarang,” tambahnya.

Dalam pandangan Hamdan, selama masih seperti ini, maka negara yang mempunyai kepentingan dengan salah satu negara anggota tetap, maka ia akan memanfaatkan hak vetonya. Sehingga tidak akan terjadi resolusi mencegah pelanggaran ini.  

Sebelumnya, Pusat Kajian International Jerusalem Center (IJC) telah memperingatkan dunia Islam bahwa Israel sedang merencakan pembangunan taman Talmud di sisi timur Masjid Al-Aqsha Palestina.

IJC mengungkapkan, Israel memprogramkan rencana itu dan dilengkapi jaringan infrastruktur di lahan tanah milik warga Issawiyah, Tur dan Anata. Hal itu tidak dapat dibiarkan begitu saja, tanapa ada reaksi dari seluruh kaum muslimin. (L/P013/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply