TENTARA INGGRIS BONGKAR AKSI KEKERASAN AMERIKA DI PENJARA IRAK

London, 22 Jumadil Awal /3 April 2013 (MINA) – Saksi mata asal Inggris telah mengungkapkan rincian baru penyiksaan dan pelanggaran HAM terhadap tahanan Irak di sebuah fasilitas penahanan rahasia AS di Baghadad selama invasi Amerika di Irak.

Menurut pelapor dari Inggris, banyak tahanan Irak yang dibawa ke penjara di bandara internasional Baghdad, yang dikenal sebagai Camp Nama, menghadapi beberapa pelanggaran HAM yang paling serius terjadi di Irak setelah invasi, sumber The Guardian dan dipantau MINA melaporkan pada hari Senin.

Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan tentara Inggris dan pilot dari dua skuadron  Royal Air Force (RAF) dan satu skuadron Army Air Corps, yang telah diberi tugas menjaga dan tugas memindahkan di pusat penahanan.

Seorang saksi mata asal Inggris mengatakan, “Saya melihat seorang pria yang memiliki kaki palsu ditarik kakinya, dan dipukuli sekitar kepalanya dengan kaki palsunya sebelum ia dilemparkan ke truk.”

Tahanan Irak mereka dikurung, disetrum listrik, dibawa ke ruangan  kontainer yang kedap suara untuk diinterogasi dan ditahan untuk waktu yang lama dalam sel ukuran kandang anjing besar, laporan itu menambahkan.

Pasukan AS menyerang Irak pada 2003 dan menggulingkan Saddam Hussein dengan dalih memiliki senjata pemusnah massal. Namun faktanya tidak ada tidak ditemukan senjata pemusnah masal di Irak.

Seperti dilansir dari Press Tv, Lebih dari satu juta warga Irak tewas akibat invasi pimpinan AS, menurut sumber organisasi Project Censored yang berbasis di California. (T/P05/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply