TENTARA INGGRIS UNGKAP PELANGGARAN HAM AS DI PENJARA IRAK

Teheran, 22 Jumadil Awal 1434/2 April 2013 (MINA) – Seorang tentara Inggris yang pernah datang ke sebuah penjara rahasia Amerika Serikat (AS) di Baghdad merilis rincian baru tentang pelanggaran hak asasi manusia yang paling mengejutkan terjadi di Irak selama invasinya, Selasa (2/4), London.

Press TV melaporkan bahwa Guardian menerbitkan sebuah laporan berdasarkan wawancara dengan tentara serta pilot Inggris dari Royal Air Force dan Army Air Corps, yang bertugas sebagai penjaga dan transportasi penjara rahasia di Baghdad International Airport, yang dikenal sebagai Kamp Nama, selama perang di Irak berlangsung.

“Saya melihat seorang pria yang kaki palsunya ditarik darinya, dan dipukuli sekitar kepala sebelum ia dilemparkan ke truk,” kata seorang tukang reparasi Inggris yang pernah bertugas di Camp Nama.

Menurut laporan itu, tahanan Irak disetrum listrik dan kepalanya selalu ditutup. Para saksi mata juga mengatakan para tahanan di Camp Nama ditahan untuk jangka waktu yang lama dalam sel berukuran kandang anjing.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Human Rights Watch mengungkapkan, para tahanan di penjara rahasia AS mengalami pemukulan, keadaan suhu dingin yang ekstrim, ancaman kematian, penghinaan dan berbagai bentuk pelecehan atau penyiksaan psikologis.

Jenderal Stanley McChrystal, Komandan Pasukan Gabungan Operasi Khusus AS di Irak, sering terlihat di penjara, laporan tersebut menambahkan.

Pada 19 Maret 2003, pasukan pimpinan AS menginvasi Irak dengan dalih bahwa rezim Irak memiliki senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction/WMD). Namun, tidak ada satu pun senjata seperti itu yang pernah ditemukan di Irak.

Ratusan ribu orang tewas dan infrastruktur Irak telah hancur dalam invasi yang dipimpin AS dan penjajahan berikutnya terhadap negara kaya minyak itu.(T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply