TERSANGKA BOM BOSTON DIJEBAK

 Makhackala, Rusia, 11 Jumadil Akhir 1434/21 April 2013 (MINA) – Tersangka pelaku dalam bom Maraton Boston di Boston, Amerika Serikat, diyakini telah diatur oleh pihak Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI).

Ibu dari dua tersangka pengeboman Maraton Boston telah menyatakan, anaknya telah kena perangkap permainan mata-mata dan dia meyakini anaknya yang tertua telah diawasi oleh FBI selama sekitar lima tahun terakhir, rilis PressTV, Ahad (21/4).

Salah satu tersangka, Tamerlan Tsarnaev (26), meninggal di sebuah rumah sakit di Boston pada Jum’at (19/4) setelah mengalami cedera kritis dalam baku tembak dengan polisi.

Pada hari yang sama, saudaranya, Dzhokar (19) ditangkap selama operasi perburuan di kota Watertown.

“Tamerlan berada dalam pantauan FBI selama tiga hingga lima tahun,” ungkap ibu korban, Zubeidat Tsarnaev kepada Russia Today melalui telepon dari Makhachkala, Rusia setelah kembali dari Amerika.

“Mereka tahu apa yang dilakukan anak saya. Mereka tahu situs di Internet apa yang dia akan kunjungi,” terang Zubeidat.

Zubeidat mencatat, petugas FBI pernah mengatakan kepadanya bahwa Tamerlan merupakan seorang pemimpin ekstremis dan FBI takut padanya.

“Mereka mengatakan kepada saya informasi apa pun ia dapatkan merupakan informasi dari situs ekstremis ini,” katanya. “Dan sekarang mereka mengatakan bahwa ini adalah aksi teroris. Ini tidak benar, anak-anak saya tidak bersalah,” tambahnya.

FBI juga menegaskan, anggotanya telah menginterogasi Tamerlan pada 2011 lalu atas permintaan pemerintah asing. FBI menambahkan, pihak berwenang tidak menemukan aktivitas terorisme apapun selama wawancara.

Zubeidat menambahkan, dia dan suaminya telah kecewa dan kembali ke Rusia karena meningkatnya kegiatan pengawasan polisi AS dan kekejaman mereka terhadap orang asing setelah peristiwa 9/11.

Sementara itu, ayah kedua tersangka tersebut, Anzor juga membuat komentar yang sama pada Jum’at kemarin dengan mengatakan bahwa kedua putranya telah dijebak.

“Saya tidak percaya bahwa anak-anak saya bisa merencanakan dan mengorganisasi aksi terorisme, karena mereka tahu layanan keamanan nasional AS selalu mengawasi mereka,” kata Anzor Tsarnaev kepada televisi Rusia, Channel One. (T/P01/P02).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply