TURKI DAN ISRAEL BAHAS KOMPENSASI FREEDOM FLOTILLA

Ankara, 14 Jumadil Akhir/23 April (MINA) – Para pejabat Israel dan Turki memulai pembicaraan mengenai kompensasi atas serangan mematikan Israel di kapal Mavi Marmara pada Senin (22/4).

Israel bulan lalu akhirnya membuat permintaan maaf resmi atas tindakannya pada 2010 ketika pasukannya menyerang secara sengaja armada bantuan Freedom Flotilla ke Gaza kapal Mavi Marmara di lautan internasional. Penyerangan itu mengakibatkan tewasnya sembilan aktivis Turki.

Seperti dikutip dari Ma’an News Agency, permintaan maaf Israel itu terjadi saat para pemimpin Israel tunduk pada tekanan dari Presiden AS, Barack Obama untuk membuat konsesi tersebut. Washington sendiri telah lama berusaha untuk memperbaiki hubungan antar kedua negara.

Sebelum hubungan secara penuh dapat dikembalikan dan Duta Besar Israel ditempatkan kembali, Ankara menegaskan bahwa Israel harus membayar kompensasi bagi korban serangan dan mencabut blokade di Gaza.

Kedua isu tersebut menjadi titik yang paling mencuat dalam pembicaraan, menurut pengacara untuk keluarga korban.

Wakil Perdana Menteri Turki, Bulent Arinc, yang menjadi pemimpin delegasi pada pertemuan di Ankara, telah memperingatkan bahwa kesepakatan tidak dapat dicapai jika beberapa keluarga korban menolak kesepakatan.

Selain negosiasi kompensasi, aktivis pro-Palestina di Turki mengatakan, mereka tidak akan menarik gugatan terhadap empat pemimpin Israel atas serangan yang mereka lakukan pada tahun 2010. Sidang berikutnya dalam kasus itu dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei mendatang.

Bulent Arinc mengatakan, jika Israel membayar kompensasi, maka tuntutan hukum harus ditarik.

Perundingan dilakukan sehari setelah Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan untuk menunda perjalanannya ke Gaza, Erdogan dijadwalkan mengunjungi Gaza  pada akhir bulan depan.

“Washington ingin ‘sebagai sedikit gangguan di luar’ karena mencoba untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Israel-Palestina,’ kata Kerry di Istanbul setelah pembicaraan dengan Erdogan. (T/P05/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply