TV ISRAEL KUTUK PEMERINTAHANNYA SENDIRI

Tel Aviv, 12 Jumadil Akhir 1434/21 April 2013 (MINA) – Sebuah stasiun televisi milik Israel, Channel 2 menyiarkan perlakuan brutal Israel terhadap anak-anak Palestina yang berada dalam penjara Israel.

Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) untuk para tahanan Palestina, Al Ahrar yang memantau stasiun televisi tersebut  mengungkapkan hal itu kepada Al Resalah, seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta, Ahad (21/4).

Direktur Al Ahrar, Fuad Al-Khuffash menyerukan kepada pemerintah Palestina untuk mengambil momen tersebut sebagai informasi dan laporan kepada PBB serta masyarakat internasional atas perlakuan penjajah Israel selama ini kepada tahanan Palestina.

“Siaran TV Channel 2 milik Israel telah menayangkan kekejaman yang dilakukan oleh pemerintahannya terhadap para tahanan anak-anak Palestina. Ini adalah bukti bahwa Israel benar-benar telah melakukan pelanggaran berat terhadap kukum internasional dan HAM,” katanya.

Lebih lanjut Al Khuffash mengatakan, laporan tersebut harus digunakan sebagai argumen hukum terhadap kekejaman Israel dengan mengekspos kejahatan dan perlakuan buruk mereka terhadap anak-anak.

“Ini adalah momentum yang tepat bagi pemerintah Palestina untuk menyeret para pejabat pemerintah penjajah Israel ke mahkamah internasional. Itu jelas termasuk kejahatan kemanusiaan,” tegasnya.

Al Ahrar juga melaporkan, pada umumnya, anak-anak yang diinterograsi dan disiksa yang tampak dalam siaran televisi itu adalah mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Al-Khuffash meminta kepada para Duta Besar Palestina di seluruh dunia untuk mengadakan konferensi pers dalam mempublikasikan laporan tersebut dan mengekspos kejahatan Israel terhadap tahanan anak-anak Palestina.

“Kami meminta kepada para Duta Besar Palestina di seluruh dunia untuk melakukan konferensi pers dan menunjukkan temuan ini supaya masyarakat internasional mengetahui kejahatan yang dilakukan Israel kepada anak-anak Palestina, terutama kasus penembakan terhadap para tahanan di kota Negev beberapa tahun lalu,” tambahnya.

Al-Khuffash juga menekankan pentingnya mendokumentasikan kejahatan-kejahatan Israel sebagai bukti sejarah dan upaya mendukung perjuangan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. (T/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply