UNHCR: BANTUAN UNTUK PENGUNGSI MALI BARU 32 PERSEN

Accra, Ghana, 10 Jumadil Akhir 1434/20 April 2013 (MINA)  – Juru bicara Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) Adrian Edwards mengatakan, Jumat (19/4) di Jenewa, dana bantuan untuk pengungsi Mali baru 32 persen, Modern Ghana melaporkan dan dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Edwards mengatakan UNHCR memerlukan $ 144 juta untuk membantu sekitar 457.000 warga Mali yang mengungsi meninggalkan rumah mereka karena dilanda perang.

Badan pengungsi PBB itu memperingatkan bahwa mereka kekurangan banyak dana untuk menyediakan makanan, tempat tinggal, air, sanitasi dan pendidikan.

“Sejauh ini kami hanya menerima 32 persen dari jumlah ini,” kata Edwards kepada wartawan.

Selain mereka yang mengungsi di dalam negeri, ada lebih dari 175.000 pengungsi Mali di negara-negara sekitarnya. Ada 75.850 di Mauritania, lebih dari 49.000 di Burkina Faso, dan 50.000 di Niger.

UNHCR memperkirakan jumlah akan membengkak sebesar 45.500 dalam beberapa bulan mendatang. “Banyak pendatang baru dalam kondisi lebih buruk dibandingkan pengungsi yang tiba tahun lalu, yang membutuhkan bantuan dan perhatian segera,” kata Edwards.

“Situasi kemanusiaan juga diperburuk oleh kerawanan pangan yang terjadi akibat kekeringan yang berlangsung dan serangkaian gagal panen yang mempengaruhi seluruh wilayah Sahel,” tambahnya. Selain pengungsi yang menyeberangi perbatasan, lebih dari 282.000 orang terlantar di Mali.

UNHCR bukan satu-satunya pemain yang kekurangan uang. Juru bicara Dana Anak-Anak PBB (United Nations Children’s Fund/UNICEF) Marixie Mercado, mengatakan telah menggunakan dana hanya 24 persen dari $ 82.000.000 yang dibutuhkan untuk membantu anak-anak Mali.

“Sebagian besar sekolah telah dijarah, dan infrastruktur  rusak. Setengah dari fasilitas kesehatan tidak bekerja. Pasokan air miskin dan berkualitas buruk. Sebagian besar guru dan petugas kesehatan masih belum ada di pos mereka, khususnya di luar zona perkotaan,” kata Mercado. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply