UNI AFRIKA PERTEMUKAN SUDAN DAN PEMBERONTAK UNTUK PERUNDINGAN PERDAMAIAN

Addis Ababa, Ethiopia, 16 Jumadil Akhir 1434/26 April 2013 (MINA) – Uni Afrika untuk pertama kalinya mempertemukan Sudan dan pemberontak yang memerangi pemerintah di dua Negara yang berbatasan dengan Sudan Selatan pada Rabu (24/4) untuk mengadakan perundingan perdamaian atas konflik yang telah berimbas kepada hampir satu juta orang tersebut.

Pertempuran terjadi antara tentara Sudan dan Gerakan Pembebasan Sudan Utara atau SPLM-Utara, di negara bagian Kordofan Selatan dan Nil Baru (Blue Nile) saat pemisahan Sudan Selatan dari Khartoum pada 2011.

Kericuhan tersebut telah menelantarkan lebih dari 900.000 orang, menurut sebuah laporan dari PBB.

Sudan sebelumnya telah menolak untuk mengadakan pertemuan dengan SPLM-Utara dan menuduh Sudan Selatan yang selama ini telah mendukung pemberontak, tuduhan tersebut dibantah oleh Juba, seperti dilansir The Onlie Star yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Khartoum telah mengubah posisinya setelah hubungan dengan Sudan Selatan telah membaik sejak bulan lalu dengan penandatanganan kesepakatan untuk melanjutkan aliran minyak lintas perbatasan. Kedua belah pihak juga telah sepakat untuk membuka 10 lintas perbatasan pada Selasa (23/4).

Dalam sebuah diskusi panel Uni Afrika yang dipimpin oleh mediator Thabo Mbeki, mantan presiden Afrika Selatan, Kepala Delegasi Sudan Ibrahim Ghandour dipertemukan dengan pemimpin SPLM-Utara, Yassir Arman, di Addis Ababa pada Rabu (24/4) sebagai awal perundingan damai.

Ghandour dan Arman kemudian akan dipertemukan secara langsung untuk pertama kalinya, kata para diplomat yang menghadiri perundingan tersebut.

Dalam pernyataannya pada pembukaan diskusi panel Uni Afrika dan delegasi Sudan, SPLM-Utara mengatakan pihaknya mengharapkan kesuksesan atas perundingan tersebut untuk mengatasi krisis kemanusiaan dan mencari solusi bagi konflik di kedua negara.

Pemberontak di Kordofan Selatan dan Blue Nile memihak Sudan Selatan selama perang sipil dengan Khartoum, yang berakhir dengan perjanjian damai pada tahun 2005. (P07/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply