UNRWA : SAUDI DISTRIBUSIKAN BANTUAN UNTUK 7000 WARGA GAZA

 Washington, 25 Jumadil Awal 1434/6 April 2013 (MINA) – Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB bagi Pengungsi Palestina (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees/UNRWA) mengumumkan, Arab Saudi memberikan bantuan keuangan kepada lebih dari tujuh ribu keluarga di Jalur Gaza.

Bantuan yang diberikan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki dan membangun kembali rumah-rumah yang hancur akibat serangan Israel terhadap warga sipil di Gaza November 2012 lalu.

“Sumbangan sebesar 15,6 juta US dolar dari Saudi akan diberikan oleh UNRWA secara tunai kepada pengungsi yang terkena dampak dan  membutuhkan bantuan langsung,” kata UNHCR seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO) yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu (6/4).

Direktur UNRWA yang bertugas di Gaza, Robert Turner, mengatakan “kami sangat senang bahwa hanya empat bulan setelah konflik  dan kerusakan terjadi akibat serangan Israel, kami dapat mendistribusikan kepada 7000 keluarga yang terkena dampak”.

“Kami sangat berterima kasih kepada Arab Saudi atas bantuan dana pembangunan untuk warga Palestina,” kata Turner.

Setelah gencatan senjata pada akhir November 2012 lalu, UNRWA mulai mencatat bangunan yang mengalami kerusakan oleh tim insinyur dan pekerja sosial dengan mencatat lebih dari 7000 tempat pengungsian di seluruh Jalur Gaza.  Kerusakan diklasifikasikan dalam kerusakan ringan dan parah. Bantuan didistribusikan sepanjang bulan ini sesuai dengan tingkat kalsifikasi tersebut.

“UNRWA terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada para pengungsi dengan menggunakan sumber dana yang tersedia,” kata Turner.

Serangan delapan hari penjajah Israel di Jalur Gaza pada 14-21 November 2012 lalu telah mengakibatkan 185 orang tewas dan 1399 lainnya mengalami luka-luka. Serangan bernama operasi militer ‘Pillar of Clouds’ itu juga mengakibatkan kerugian ekonomi di sektor industri dan transportasi  juga hancurnya bangunan pribadi dan piublik. Sekitar dua ratus rumah hancur total, sedangkan 8300 rumah rusak serta sekitar 37.000 pohon buah-buahan matang hancur dibombardir penjajah Israel.

Bahkan, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza mengungkapkan, bom Israel telah menghancurkan 36 masjid selama delapan hari serangan membabi buta Israel di jalur Gaza itu.

Gaza telah diblokade sejak Juni 2007, situasi yang telah menyebabkan penurunan standar hidup, tingkat pengangguran tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan tak henti-hentinya kemiskinan terus mereka alami. (T/P013/P02)

 Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply