URGENSI PENINGKATAN KUALITAS SDM MUSLIM

Oleh : Prof. Dr. Achmad Ariffien Bratawinata

Penulis Guru Besar di Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur.

Pengantar

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) muslim  merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kemajuan Islam dan muslimin. Hal tersebut mengingat kualitas SDM muslim akan berdampak pada peningkatan taraf hidup manusia, peningkatan kebahagiaan lahir dan bathin, dan peningkatan peranan diri sebagai pribadi yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

SDM muslim haruslah berkualitas sebab dengan kualitas diri itulah ia akan menjadi manusia yang produktif dalam berbuat kebaikan di masyarakat. Di samping itu juga, akan menumbuhkan krativitas tinggi yang dapat mendorong berkembangnya inovasi-inovasi baru, membuka peluang kerja dan menyejahterakan masyarakat seluas mungkin.

Kondisi Riil SDM Indonesia

Kondisi riil SDM Indonesia yang mayoritas muslim ternyata tidak terlalu menggembirakan seperti yang diharapkan sebagai muslimin. Fakta antara lain menyebutkan, hasil perhitungan Badan Program Pembangunan PBB atau United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan, pada tahun 2000-an, kualitas SDM Indonesia termasuk yang terendah di kawasan Asia Tenggara. Kualitas SDM Indonesia berada di bawah Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Jika dibandingkan dengan Ranking Dunia, dari 177 negara, SDM Indonesia menduduki peringkat ke-110 dunia.

Demikian juga pada bidang kesehatan SDM Indonesia, secara umum masih rendah, jauh tertinggal dibandingkan dengan kesehatan masyarakat negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hal ini antara lain ditandai dengan masih tingginya angka kematian manusia, seperti catatan Survei Demografi tahun 2002-2003. Terutama adalah  tingginya angka kematian serta gizi buruk bayi dan balita.

Idealnya kualitas SDM yang baik, ditandai dengan pembangunan manusia dengang standar ukuran sebagai berikut :

1. Angka harapan hidup yang panjang rata-rata sampai 68,8 tahun.

2. Angka melek aksara/huruf mencapai 82,9%.

3. Angka partisipasi kasar jenjang Pendidikan Dasar Sampai dengan Pendidikan Tinggi mencapai 66%.

4. Penghasilan domestik Bruto berdasarkan paritas daya beli sebesar 3.361 US dollar.

Kondisi kehidupan tersebut diperburuk dengan mewabahnya penyakit amoral yaitu penyakit korupsi yang sudah dianggap sebagai budaya masyarakat. Sehingga harga diri bangsa ini sudah sangat rendah. Kondisi itu diperparah dengan jurang kemiskinan yang semakin curam dan lingkungan yang semakin bertambah buruk.

SDM Muslim Berkualitas

Sebagai SDM muslim, hendaknya kita menjadi pribadi yang memenuhi kriteria

insan yang cerdas secara spiritual.

Insan cerdas spiritual ditandai dengan perwujudan akhlakul karimah sebagai bentuk atualisasi diri. Serta ditunjang olah hati (qalbu) yang penuh dengan iman dan takwa kepada Allah.

Inilah bentuk pribadi unggul yang mengerahkan segala sesuatu pekerjaannya dalam rangka untuk mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selanjutnya, SDM muslim berkualitas adalah insan yang cerdas secara emosional dan sosial.

Dalam hal ini, seseorang dapat beraktualisasi diri melalui  olah rasa, interaksional yang membina dan memupuk hubungan timbal balik dengan sesame secara demokratis, simpatik ,menjunjung tinggi hak asasi manusia, ceria, percaya diri dan berwawasan dengan penuh kesadaran akan hak dan kewajibannya.

Selanjutnya, SDM berkualitas adalah insan yang cerdas intelektual. Yaitu beraktualisasi dari melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sifat yang dimiliki adalah insan yang kritis, kreatif dan imajinatif.

Di samping kecerdasan-kecerdasan tersebut, kualitas SDM juga ditentukan dengan cerdas kinestetis, yaitu terwujudnya insan yang sehat bugar secara fisik dan terampil.

ATRIBUT SOFT SKILLS

SDM berkualitas memiliki Soft Skills yang baik. Soft Skills adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri).

Atribut Soft Skill meliputi nilai-nilai yang dianut, berupa : motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter, dan sikap.

Atribut Soft Skills bisa dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh : kebiasaan, berpikir, bertindak dan bersikap.

Atribut ini dapat berubah jika yang bersangkutan mau mengubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru.

Para ahli berpendapat bahwa pembentukan karakter untuk menjadi manusia yang berguna/bermanfaat dan sukses  dibekali oleh beberapa atribut. Hal ini dibuat standar di dunia kerja :

1. Inisiatif.

2. Etika/Integritas.

3. Berfikir kritis.

4. Kemauan belajar yang tinggi.

5. Komitmen.

6. Memiliki motivasi.

7. Bersemangat kerja yang tinggi.

8. Dapat diandalkan.

9. Komunikasi lisan yang jelas.

10. Kreativitas yang tinggi.

11. Kemampuan menganalisis sesuatu persoalan.

12. Sanggup mengatasi stress.

13. Managemen diri.

14. Cepat menyelesaikan persoalan.

15. Dapat meringankan persoalan, tidak bertele-tele.

16. Berkooperasi/bekerjasama yang baik dan luwes.

17. Fleksibel.

18. Bisa bekerja dalam tim.

19. Mandiri.

20. Mau mendengarkan pendapat orang lain.

21. Tangguh dari segala persoalan.

22. Beragumentasi logis.

23. Managemen waktu.

Ada dua macam Soft Skills dalam Memanaj diri :

A. Intrapersonal Skills: adalah keterampilan   seseorang dalam mengatur diri sendiri.

Intrapersonal skills, berupa :

1. Terbentuk karakter.

2. Terbentuk kepercayaan diri.

3. Mengatur kesempatan.

4. Mengatur emosi/penekanan.

5. Mengatur waktu.

6. Pemikiran yang kreatif.

7. Tujuan hidup.

8. Teknik kecepatan berpikir.

A. Interpersonal Skills : adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (pergaulan bermasyarakat).

Interpersonal Skills, berupa :

1. Pandai berkomunikasi.

2. Membangun kerjasama.

3. Kepandaian mencapai tujuan (motivasi) bersama.

4. Kepandaian memimpin.

5. Kepandaian menjual ide-ide.

6. Kepandaian berorganisasi.

7. Kepandaian menyampaikan sesuatu (presentase).

8. Kepandaian berbicara di umum.

Pada akhirnya, untuk mengontrol diri sendiri, kelemahan dan keunggulan diri tinggal mengevaluasi diri dari Soft Skills diri sendiri dan Soft Skills  bermasyarakat tersebut.

Adapun yang lebih prinsip adalah adanya kemauan untuk berubah yang dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang.

SDM Ideal Menurut Al-Quran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mencerminkan keadaan SDM yang ideal antara lain termaktub dalam beberapa ayat :

1. Surat Muhammad ayat 19. Segala sesuatu harus dikerjakan dalam rangka untuk mentauhidkan Allah”.

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ‌ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَٮٰكُمۡ

Artinya : “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi [dosa] orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu”. (QS Muhammad [47] : 19).

2. Surat Al-Hujurat ayat 13. Menganggap bahwa sesama orang-orang beriman adalah bersaudara dan memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah meskipun berbeda suku dan bangsa.

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ۬ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (QS Al-Hujurat [49] : 10).

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن ذَكَرٍ۬ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَـٰكُمۡ شُعُوبً۬ا وَقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوٓاْ‌ۚ إِنَّ أَڪۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَٮٰكُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ۬

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS Al-Hujurat [49] : 13).

2. Surat Al-Maidah ayat 2. Saling tolong menolong dan berbuat baik sehingga akan tercipta masyarakat yang harmonis.

…..وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ‌ۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٲنِ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

Artinya : “…..Dan tolong-menolonglah kamu dalam [mengerjakan] kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS Al-Maidah [5] : 2).

3. Surat Al-Baqarah ayat 148. Berlomba-lomba dalam kebaikan dengan hati yang jernih.

وَلِكُلٍّ۬ وِجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيہَا‌ۖ فَٱسۡتَبِقُواْ ٱلۡخَيۡرَٲتِ‌ۚ أَيۡنَ مَا تَكُونُواْ يَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬

Artinya : “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya [sendiri] yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu [dalam berbuat] kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian [pada hari kiamat]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS Al-Baqarah [2] : 148).

4. Surat Hud ayat 112. Selalu istiqamah, teguh pendirian dalam kebaikan dan tidak melampaui batas.

فَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡاْ‌ۚ إِنَّهُ ۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ۬

Artinya : “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan [juga] orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS Hud [11] : 112).

5. Surat An-Nisa ayat 58. Adil dan selalu memperjuangkan kebenaran.

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦۤ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرً۬ا

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan [menyuruh kamu] apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS An-Nisa [4] : 58).

6. Surat Al-Baqarah ayat 219. Mengembangkan pola pikir dengan mempertimbangkan kebaikan atau keburukan tentang sesuatu hal tertentu (kemampuan berijtihad).

يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِ‌ۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٌ۬ ڪَبِيرٌ۬ وَمَنَـٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَڪۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَا‌ۗ وَيَسۡـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلۡعَفۡوَ‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأَيَـٰتِ لَعَلَّڪُمۡ تَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa’at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa’atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir”. (QS Al-Baqarah [2] : 219).

Hati Jernih

SDM muslim berkualitas, sangat ditunjang dengan dimilikinya hati yang jernih. Dalam mewujudkan hati yang jernih dan bersih, paling tidak ada tujuh cara untuk pencapaiannya, yaitu :

1. Mengubah cara memandang Tuhan, diri sendiri, dan mengetahui misi kehadirannya di dunia.

2. Berinteraksi secara intensif dengan Al-Quran dan menghayati maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Banyak berdzikir kepada Allah, ketika berada dalam keramaian maupun saat sendirian.

4. Mengembara ke akhirat dan mengingat kematian.

5. Rajin melakukan shalat malam (tahajud).

6. Berkumpul dengan orang-orang shaleh.

7. Banyak bermuhasabah (introspeksi).

Wallahu a’lam bish shawab.

www.mirajnews.com

Leave a Reply