USKUP MESIR BERTERIMA KASIH ATAS PERLINDUNGAN MUSLIM KEPADA KRISTEN

Khosous, 1 Jumadil Akhir 1434/11 April 2013 (MINA) – Seorang uskup senior dari Gereja Ortodoks Koptik Mesir, Moussa, memuji Muslim di Al-Khosous yang berusaha melindungi umat Kristen selama kerusuhan dan kekerasan sektarian yang terjadi beberapa hari yang lalu.

“Ini menunjukkan arti sebenarnya dari agama dan cinta,” kata Uskup tersebut.

“Kepedulian Muslim yang melindungi Kristen dan gereja selama bentrokan mematikan di Al-Khosous menunjukkan kesalahan fanatisme dan arti sebenarnya dari agama dan cinta beragama,” kata Uskup yang mengetuai urusan pemuda di Gereja Ortodoks Koptik, dalam sebuah pernyataan pada Rabu (10/4), menurut laporan Ahram sebagaimana yang dipantau Kantor Berita Mi’raj (MINA).

Bentrokan mematikan tersebut terjadi di Al-Khosous, Qalyubiyah, pada Sabtu (6/4) setelah sekelompok remaja Kristen diduga menuliskan apa yang beberapa Muslim anggap sebagai simbol serangan di dinding sebuah lembaga Al-Azhar di kota tersebut, kantor berita MENA melaporkan.

Bentrokan empat hari itu telah berlalu, di mana kota tempat Kristen Koptik dan Muslim hidup bersama di wilayah Qalyubiyah itu mengatakan mereka tidak pernah melihat perselisihan sektarian seperti ini terjadi sebelumnya, lapor Ahram.

Empat orang Kristen dan satu Muslim tewas dalam bentrokan tersebut.

Koptik Ortodoks Mesir Paus Tawadros II, bersama dengan para uskup lain, pada Kamis (11/4) menerima belasungkawa dari para tokoh masyarakat di markas kepausan di Abbasiya.

Pada Ahad lalu, pemakaman bagi Kristen yang tewas  dilakukan di Katedral Ortodoks Koptik St. Mark di Kairo. Setelah pelayat meninggalkan katedral mereka diserang para penyerang tak dikenal. Dua orang tewas dan sedikitnya 90 luka-luka dalam kekerasan itu, Ahram melaporkan.

Polisi menembakkan gas air mata dan tembakan langsung ke kompleks katedral, memicu kegemparan di kalangan komunitas Kristen.

Sebagaimana warga katakan, kekerasan ini belum pernah terjadi sebelumnya.  Faktor utama penyebab kekerasan dan otak dibaliknya belum diketahui secara pasti.  (T/P03/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply