USKUP PALESTINA PIMPIN DEMO KECAM ISRAEL

 Al Quds (Yerusalem), 25 Jumadil Awal 1434/6 April 2013 (MINA) – Seorang uskup agung Palestina Atallah Hanna memimpin aksi demonstrasi di kota Al Quds mengecam pemerintah Israel dalam kasus kematian seorang warga Hebron Maysara Abu Hamdiyah, Kamis (4/4).

Aksi demonstrasi tersebut di ikuti oleh warga kristiani dan puluhan aktivis peduli Palestina di depan kantor Palang Merah Internasional di jantung kota Al Quds. Maan melaporkan seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

“Kami semua adalah warga Al Quds. Penderitaan warga Palestina juga kami rasakan. Kematian Abu Hamdiyah karena kebiadaban penjajah Israel adalah pukulan bagi kami semua, rakyat Palestina,” kata Hanna.

Sebagai sesama warga Al Quds, Hanna ingin menunjukkan kepada dunia bahwa umat Kristiani yang hidup di Al Quds juga merasakan penderitaan, sama seperti umat Islam akibat penjajahan Israel di bumi Palestina.

“Kami ingin mengungkapkan aksi solidaritas kepada semua tahanan Palestina yang saat ini melakukan aksi mogok makan sebagai protes atas kekarasan Israel atas mereka. Kami mendukung perjuangan mereka,” ungkap Uskup Agung itu.

“Lewat aksi ini, kami mengutuk pemerintah Israel atas perlakuannya terhadap para tahanan Palestina hingga mengakibatkan kematian beberapa Tahanan. Kami tidak akan melupakan mereka. Kami akan tetap bersama  mereka berjuang membebaskan bumi Palestina ini dari penjajahan Zionis Israel,” tambahnya lagi.

Sejak Israel memulai penjajahannya di tanah Palestina pada tahun 1967, lebih dari 750.000 warga Palestina telah ditahan. Jumlah itu mewakili sekitar 20 persen dari jumlah total penduduk Palestina saat ini. Jumlah itu juga mewakili sekitar 40 persen laki-laki yang ditahan dari total penduduk di wilayah-wilayah Palestina yang dijajah Israel.

Menurut Laporan Lembaga Hak Asasi Manusia dan Urusan Tahanan Palestina, Addameer, pada tahun 2013 ini jumlah total tahanan Palestina yang berada di penjara-penjara Israel sekitar 4812 orang. Mayoritas dari mereka yang ditangkap adalah penduduk Tepi Barat (82,5 %), 9,6 % berasal dari Jalur Gaza, dan sisanya berasal dari kota Al-Quds serta mereka yang tinggal di daerah Palestina yang dijajah sejak tahun 1948 yang sekarang dikenal sebagai wilayah Israel.

Theodosios Atallah Hanna lahir pada tahun 1965 di Al Quds. Ia diangkat sebagai  Uskup Agung Sebastia di gereja Makam Kudus (Patriarkat Ortodoks) Yerusalem sejak 24 Desember 2005.

Atallah Hanna pernah belajar di Yunani dan meraih gelar Master of Theology dari Tesalonika University pada 1991. Ia kemudian kembali ke Yerusalem  dan diangkat sebagai kepala di Gereja tersebut. Dalam aktifitas sehari-harinya, dia menjabat sebagai juru bicara dan Direktur di Departemen Arab Patriarkat, dan mengajar di sekolah-sekolah kristiani setempat. Ia juga menjadi dosen tetap mata kuliah  Agama Kristen di Haifa College.  Ia diberi gelar kehormatan Doctor Honoris Causa oleh Theological Institute,  Bulgaria.

Hanna terkenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritik kebijakan-kebijakan Israel, terutama soal pembangunan pemukiman ilegal. Ia pernah ditangkap, ditahan dan diinterogasi lebih dari sekali oleh pemerintah Israel dengan berbagai tuduhan. (T/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply