WARGA NABLUS TUNTUT PEMBEBASAN TAHANAN PALESTINA

Nablus, 9 Jumadil Akhir 1434/18 April 2013 (MINA) –  Ratusan rakyat Palestina di kota Nablus pada Rabu (17/4) melakukan aksi demonstrasi menuntut pembebasan para tahanan Palestina yang saat ini tersebar di penjara-penjara penjajah Zionist Israel.

Para tokoh dan pemimpin dan aktifis dari berbagai faksi di Palestina juga mengikuti aksi ini bersama dengan keluarga para tahanan. Mereka membawa foto-foto para tahanan dan menyerukan kepada masyarakat internasional agar mengetahui hal ini dan mendesak Israel supaya membebaskan para tahanan.

“Para demonstran meneriakkan slogan-slogan mengecam praktik penindasan penjajah Israel terhadap para tahanan,” Qassam melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Mereka juga mengecam beberapa pihak dari Palestina yang sengaja membantu penjajah Israel dengan memberikan data-data dan informasi sehingga mereka bisa menangkap dan memenjarakan rakyat Palestina.

Sementara itu media Xinhua melaporkan tekanan kepada Israel juga datang dari Uni Eropa. Lembaga itu menuntut Israel untuk segera membebaskan para tahanan Palestina sebagai bagian dari upaya untuk melanjutkan proses perdamaian di Timur Tengah.

“Beberapa diplomat perwakilan Negara-negara Eropa menemui Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk ikut mendesak Israel supaya membebaskan rakyat Palestina secepatnya,” kata Ziad Abu Ein, Wakil Menteri Palestina Urusan Tahanan.

Uni Eropa menekankan kepada Israel bahwa pembebasan para tahanan itu sebagai bagian dari kewajiban prioritas guna memulai kembali perundingan perdamaian.

Menurut sumber dari Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyetujui untuk membebaskan 20 tahanan yang saat ini berada dalam kondisi kritis dan saat ini berada di rumah sakit Israel. Sementararatusan tahanan lagi yang hukuman mereka akan berakhir akan dibebaskan dalam waktu dekat.

Pada awal April lalu, seorang dokter Israel untuk Hak Asasi Manusia meminta Kementerian Kesehatan Israel untuk menyediakan pengobatan medis kepada para tahanan yang melakukan aksi mogok makan.

Mereka mengecam pihak penjara Israel yang tidak memberikan layanan kesehatan yang memadai bagi para tahanan. Hal itu jelas melanggar etika medis dan hukum internasional.

“Etika Kedokteran dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh penjara Israel itu jelas akan membahayakan nyawa para tahanan yang melakukan aksi mogok makan,” kata kelompok hak asasi manusia tersebut. (T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply