WARTAWAN CAR: KORBAN TENTARA SANDF PULUHAN ORANG

Johannesburg, 27 Jumadil Awal 1434/8 April 2013 (MINA) – Wartawan Radio France Internationale (RFI) Cyril Bensimon, di Bangui, yang awalnya melaporkan jumlah kematian tentara SANDF di Republik Afrika Tengah (CAR) lebih 13 orang tapi puluhan, menguatkan laporannya,  Jum’at (5/4) dari sumber-sumber lain yang dihubunginya.

Menurut laporan yang dicatat Independent Online, Ahad (7/4) dan dipantau MINA, seorang perwira Pasukan Multinasional Afrika Tengah (FOMAC), mengatakan saat dikonfirmasi oleh Bensimon, bahwa pasukannya telah membawa sekitar 40 mayat tentara Angkatan Bersenjata Nasional Afrika Selatan (SANDF) kembali dari medan perang ke pangkalan SANDF.

Tulisan Bensimon membantah laporan pemerintah Afrika Selatan yang megumumkan tentara SANDF yang tewas di CAR sebanyak 13 orang, dalam pertempuran bulan lalu dengan gerakan perlawanan koalisi Seleka. Semuanya identitas korban diumumkan dan diperlihatkan kepada publik Afrika Selatan untuk dihormati dan dimakamkan Ahad (7/4).

Sumber koalisi Seleka juga membantah pengumuman itu, dikatakan kepada media lokal dan internasional, mereka menewaskan sedikitnya 36 tentara dalam pertempuran sekitar ibukota, Bangui, antara 22-24 Maret.

Dan RFI telah mengutip sumber senada yang mengaku melihat setidaknya 50 kantong mayat dimuat ke pesawat kargo Hercules, Airforce C-130, untuk transportasi kembali ke Afrika Selatan pada 25 Maret, sehari setelah pertempuran berakhir.

Seorang diplomat daerah terkait mengucapkan selamat kepada Bensimon atas artikelnya, ia mengatakan, “Anda telah menulis apa yang  tidak bisa kita katakan.”

Dan diplomat tersebut mengatakan bahwa kepala staf Seleka, Jenderal Hakouma Arda, yang memimpin pasukannya bertempur langsung dengan SANDF, mengatakan kepadanya secara pribadi bahwa ia melihat 36 mayat tentara SANDF di medan perang. Ini adalah sumber yang dapat dipercaya.

Tapi juru bicara SANDF Brigjen Xolani Mabanga mengatakan pihaknya menolak laporan dari wartawan asing yang menyatakan SANDF kehilangan lebih dari 13 anggotanya.

“SANDF tidak menyelidiki dan karenanya tidak akan melakukan penyelidikan,” tegas Mabanga.

Dan Sekretaris Nasional dari Serikat Pekerja SANDF, Pikkie Greef, yang sangat kritis terhadap kebingungan pemerintah tentang tujuan intervensi militer di CAR, juga menepis kemungkinan bahwa SANDF bisa menyembunyikan begitu banyak mayat.

“Aku tidak membelinya. Tidak mungkin, “katanya, Jum’at. Greef mengatakan bahwa setiap hari laporan total kekuatan personel SANDF diperbarui yang melewati pusat operasinya.

“Kami memiliki sumber di sana dan mereka tidak akan mengambil apa-apa. Saya beritahu, belum ada penyembunyian korban lebih lanjut, “kata Greef.

Greef menambahkan bahwa sebagai wakil serikat pekerja di dewan pengawas skema asuransi jiwa SANDF, ia akan mengetahui klaim yang datang melalui pembayaran kepada tanggungan dari setiap prajurit lain yang tewas dalam pertempuran CAR, atau penghentian premi mereka karena mereka tidak lagi mendapatkan gaji.

Bensimon mengakui bahwa sulit untuk menjelaskan bagaimana SANDF bisa menyembunyikan kematian begitu banyak tentara tambahan dari keluarga mereka dan masyarakat Afrika Selatan.

Dia mencatat, di masa lalu militer Perancis belum diwajibkan secara hukum untuk mengungkapkan kematian anggota unit operasi rahasia kepada publik. Kebijakan yang sama mungkin masih berlaku di Afrika Selatan.

Tapi Greef mengatakan dia tidak mengetahui tentang kebijakan tersebut. (T/P09/R2)

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply