WNI DILARANG IKUT CAMPUR PEMILU MALAYSIA

Kuala Lumpur, 12 Jumadil Akhir 1434/22 April 2013 (MINA) – Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia diminta tidak melibatkan diri dalam kampanye Pilihan Raya Umum (Pemilihan Umum/Pemilu) Ke-13 Malaysia.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno mengatakan, “Semua WNI yang diketahui membantu menciptakan provokasi atau kekacauan bisa ditindak secara hukum”.

“Kita berharap rakyat Indonesia tidak ada yang terlibat dalam kampanye pemilu yang bisa mengganggu hubungan kedua negara,” kata Herman seperti dikutip Utusan Malaysia.

Malaysia akan mengadakan Pemilu pada 5 Mei mendatang. Pada 3 April lalu, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak telah membubarkan Parlemen yang dia pimpin setelah 5 tahun menerima mandat tersebut dari rakyat. Hal ini merupakan pembubaran Parlemen paling lama di Malaysia karena waktunya sudah habis.

Sementara itu, pada Sabtu (20/4), para calon telah mengajukan namanya masing-masing untuk dipilih menjadi Anggota Parlemen.

Pemilu Malaysia kali ini merupakan pemilu paling sengit dibanding sebelumnya, karena terdapat dua partai, Barisan Nasional (BN) dan Pakatan Rakyat (PR), yang hampir sama kuat dengan janji-janji kampanye masing-masing.

Pemilu kali ini juga bukan hanya pertempuran dua partai, tapi seolah-olah mempertaruhkan kewibawaan dua tokoh utama Malaysia, Najib Razak dari BN yang sedang berkuasa dan Anwar Ibrahim dari PR yang merupakan pihak oposisi. (T/K10/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply