BOM JUMAT DI BAGHDAD, 76 TEWAS

Baghdad, 8 Rajab 1434/18 Mei 2013 (MINA) – Setidaknya 76 orang tewas dalam pemboman Jumat di distrik mayoritas Sunni, Baghdad dan wilayah lainnya, Al Jazeera melaporkan yang dikutip MINA.

Pejabat mengatakan ini adalah hari paling mematikan di Irak setelah lebih dari delapan bulan. Lonjakan kekerasan telah menimbulkan kekhawatiran  di negara yang bisa masuk ke babak baru pertumpahan darah sektarian.

Serangan paling mematikan di Jumat itu adalah pemboman kembar di dekat sebuah masjid Sunni di Baquba, sebelah utara Baghdad, menewaskan 41 orang dan melukai puluhan lainnya.

Pihak kepolisian mengatakan satu bom meledak saat jamaah berangkat ke masjid Saria, sementara bom kedua meledak setelah orang-orang berkumpul di tempat ledakan pertama.

Televisi menayangkan rekaman mayat di tanah luar masjid, kolam darah dan sepatu korban tersebar.

“Aku ada sekitar 30 meter dari ledakan pertama. Ketika bom pertama meledak, aku berlari untuk membantu mereka, dan yang kedua meledak. Saya melihat mayat terbang dan saya terkena pecahan peluru di leher,” kata Hashim Munjiz, seorang mahasiswa, di tempat itu.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu. Serangan Jumat itu menambah jumlah korban tewas 130 orang dalam tiga hari, termasuk Syiah di halte bus dan luar pasar, mengingatkan pada serangan saling balas antara kedua cabang Islam itu di tahun 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.

Pemboman Baghdad

Sebuah bom juga meledak di dekat pusat perbelanjaan pada jam sibuk malam di kawasan utama Sunni Amariyah, Baghdad, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 32. Diikuti oleh bom lainnya di distrik komersial di Dora, lingkungan lain Sunni, yang menewaskan dua orang dan melukai 22, menurut para pejabat.

Dalam serangan lain, sebuah bom pinggir jalan meledak saat prosesi pemakaman Sunni di Madain, selatan Baghdad, menewaskan delapan pelayat dan melukai 11, kata polisi. Sebuah ledakan juga melanda sebuah kafe di Fallujah, 65km barat Baghdad, menewaskan dua orang dan melukai sembilan, menurut pejabat polisi dan rumah sakit.

Sehari sebelumnya, serangan menargetkan Syiah di beberapa lokasi. Ketegangan telah mengintensifkan serangan sejak Sunni mulai memprotes apa yang mereka sebut adalah penganiayaan di tangan Syiah yang dipimpin pemerintah, termasuk penahanan acak dan penelantaran warga Sunni.

Protes, yang dimulai pada bulan Desember, sebagian besar telah berhenti, tapi jumlah serangan meningkat tajam setelah operasi keamanan yang mematikan pada kamp Sunni di utara negara itu pada 23 April. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply