82 LEMBAGA INTERNASIONAL DESAK UNI EROPA LINDUNGI TANAH PALESTINA

Brussel, 16 Rajab 1434/26 Mei 2013 (MINA) – Sebanyak 82 lembaga bantuan internasional mendesak Uni Eropa bertindak atas janji mereka untuk melindungi tanah Palestina dari perluasan permukiman ilegal Israel.

Badan Asosiasi Pembangunan Internasional (Association of International Development Agencies/AIDA) dalam sebuah laporan menyebutkan, tidak cukup tindakan yang telah diambil sejak Menteri Luar Negeri Uni Eropa mengkritik kebijakan pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat pada Mei tahun lalu.

Menurut AIDA, Israel telah menghancurkan sekitar 535 rumah dan bangunan milik warga Palestina, termasuk 30 unit yang dibangun dengan pendanaan Uni Eropa. Israel telah membangun lebih dari 600 unit pemukim sejak Mei tahun lalu. Laporan itu menambahkan bahwa setidaknya 784 warga Palestina telah mengungsi akibat aktivitas Israel tersebut sejak tahun lalu.

“Israel secara moral dan hukum bertanggung jawab atas kesejahteraan warga Palestina, wanita dan anak-anak. Negara Uni Eropa memiliki kewajiban untuk mengatasi pelanggaran hukum internasional dan menekan Israel secara kolektif untuk mengakhiri kebijakan yang menghambat pembangunan Palestina,” kata Tony Laurence dari organisasi amal Bantuan Medis untuk Palestina dalam laporan tersebut.

Kehadiran pemukiman yang terus diperluas oleh Israel di wilayah pendudukan Palestina telah menciptakan kendala utama bagi upaya penciptaan perdamaian di Timur Tengah.
Lebih dari setengah juta orang Israel tinggal di lebih dari 120 pemukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan Israel di wilayah Palestina, Tepi Barat dan timur Al-Quds pada tahun 1967.

PBB dan sebagian besar negara menganggap permukiman Israel sebagai ilegal karena wilayah itu direbut oleh Israel dalam perang 1967 dan oleh karenanya harus tunduk pada Konvensi Jenewa, yang melarang pembangunan di lahan yang diduduki.

AIDA didirikan tahun 1995, sebuah badan keanggotaan dan forum koordinasi dari organisasi non-pemerintah internasional (LSM) yang berbagi kepentingan bersama dalam mempromosikan pembangunan dan program kemanusiaan yang tepat di wilayah Palestina yang diduduki (occupied Palestinian territory/oPt).

AIDA berusaha mendukung rakyat Palestina dalam pengembangan diri dengan menyediakan mekanisme untuk anggota LSM untuk bekerja sama. Fungsi utamanya adalah networking relief dan bantuan pembangunan masyarakat, memfasilitasi berbagi informasi, dan mempromosikan advokasi, keamanan, dan pelatihan. T/P09/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply