AKSI MOGOK MAKAN TAHANAN GUANTANAMO MEMASUKI HARI KE-87

Kuba 25 Jumadil Akhir 1434/4 Mei 2013 (MINA) – Aksi mogok makan oleh para tahanan di penjara Teluk Guantanamo, Kuba telah memasuki hari ke-87, hingga kini aksi tersebut masih berlanjut.

Aksi mogok makan di penjara militer AS paling terkenal itu awalnya dimulai pada awal Februari 2013 dan telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Para tahanan menolak untuk makan sebagai upaya untuk memprotes pencarian barang-barang pribadi mereka serta penahanan tanpa batas dan tanpa kepastian hukum apapun di pengadilan.

Menurut berita Press TV dan dikutip oleh MINA, otoritas AS mengklaim bahwa 100 dari total 166 tahanan Guantanamo melakukan aksi mogok makan, tapi pengacara dari tawanan asing telah melaporkan bahwa ada 130 tahanan telah bergabung dalam upaya upaya protes itu.

Hampir dua lusin tawanan sedang dipaksa makan melalui selang tabung lewat hidung mereka dan masuk ke perut mereka.

PBB sendiri melalui dewan HAM telah mengutuk pemaksaan makan kepada para tahanan, dan  mengatakan bahwa hal itu sama dengan penyiksaan dan melanggar hukum internasional.

“Kalau itu dianggap sebagai penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi (itu terjadi, dan itu menyakitkan) maka perbuatan tersebut dilarang oleh hukum internasional,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHCR) Rupert Coville dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat .

Kehawatiran atas kesehatan tahanan yang memburuk naik tajam, mendorong para aktivis menyuarakan kepada Gedung Putih supaya menepati janjinya untuk menutup penjara.

Aktivis kelompok CODEPINK telah memulai kampanye yang disebut “Fast 4 Gitmo.” Anggota CODEPINK akan berpuasa selama 24 secara bergantian. Kelompok ini juga meminta orang-orang dari seluruh dunia untuk berpuasa dan mengirim gambar dalam solidaritas dengan tahanan Teluk Guantanamo. Gerakan ini telah menerima ratusan masukan positif dari seluruh dunia.

Alli Mc Cracken, juru bicara CODEPINK juga mengecam pemaksaan makan dari aksi mogok makan di penjara yang dikelola AS. Alli mengatakan, “Proses pemaksaan makan pada dasarnya adalah sebuah bentuk penyiksaan. Kepala asosiasi medis Amerika baru-baru ini mengatakan bahwa proses pemaksaan menggunakan selang tabung itu benar-benar sebuah proses yang sangat menyakitkan.”(T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply