AKTIVIS POLITIK AMERIKA: PERANG AMERIKA DI AFGHANISTAN GAGAL

 

 

 

Teheran, 3 Jumadil Akhir 1434/12 Mei 2013 (MINA) – Tighe Barry, aktivis politik dan anggota CODEPINK dari Washington, dalam wawancara dengan Press TV yang dikutip MINA, Ahad (12/5), mengatakan bahwa perang Amerika Serikat (AS) di Afghanistan telah gagal, dan AS harus mengakhiri perang di negeri itu.

“Kami telah melihat 13 tahun perang gagal. Amerika Serikat, kekuatan militer terbesar di dunia melawan salah satu negara termiskin di dunia. Hari ini, kita hanya melihat kelanjutan dari kebijakan luar negeri yang gagal, kebijakan militer yang gagal,” kata Barry

Minggu lalu ada laporan kredibel, bahwa CIA memberikan uang untuk Presiden Afghanistan Hamid Karzai dalam tas belanjaan dan koper setiap minggu.

“Sekarang kita tahu ada korupsi dan korupsi itu berasal dari Amerika Serikat. Mereka ingin melanjutkan perang ini, untuk melanjutkan kebijakan yang gagal karena mereka tidak pernah bisa mengakui kegagalan seperti perang mereka di Vietnam, seperti perang mereka di Irak,” kata Barry.

Menurut laporan media online www.wired.com, AS telah memasang balon udara raksasa, mengambang setinggi 20.000 meter di atas medan perang sebagai cctv super canggih untuk mengawasi gerakan para pejuang perlawanan di Afghanistan.

“Kita hanya melihat di New York, mereka menggunakan drone mereka untuk menonton orang berciuman di atas sebuah bangunan. Ini adalah yang mereka cari, mereka menyusup ke kehidupan pribadi seseorang dan ini harus dihentikan,” tegas Barry.

“Amerika Serikat perlu menarik keluar (pasukannya) dan mereka harus mulai khawatir tentang masalah yang mereka miliki di rumah (dalam negeri),” kata Barry.

Beberapa hari yang lalu, aktivis CODEPINK berunjuk rasa di depan Gedung Putih, memprotes pelanggaran hak asasi manusia dan penyiksaan yang terus terjadi di Teluk Guantanamo.

“Banyak orang Amerika berjalan ke Gedung Putih dan berkata, ‘Mengapa ini terus terjadi?’. Jawabannya adalah politik. Presiden memiliki kekuasaan untuk membebaskan para tahanan di Guantanamo, dia memiliki kekuatan untuk mengakhiri bencana di Afghanistan, tetapi ini murni politik,” kata Barry.

Menurut Barry, ketika politikus berada di kekuasaan, mereka tidak ingin mengakhiri kebijakan yang gagal, karena itu akan tertera pada partai mereka dan kemudian dicap ke partai mereka selama bertahun-tahun yang akan datang.

“Apa yang kita lihat adalah perang politik. Karena alasan politik, kehidupan masyarakat  Amerika, kehidupan Eropa, tapi kebanyakan kehidupan di Afghanistan dipertaruhkan,” tambahnya.

CODEPINK

CODEPINK adalah LSM perdamaian perempuan  yang menggambarkan dirinya sebagai akar rumput perdamaian dan gerakan keadilan sosial yang bekerja untuk mengakhiri perang, menentang militerisme global, dan untuk mengalihkan sumber daya ke dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan hijau dan kegiatan penopang kehidupan lainnya

Organisasi ini awalnya fokus pada isu-isu anti-perang, tapi sekarang juga mengambil posisi di isu kontrol senjata, keadilan sosial, negara Palestina, pekerjaan hijau dan masalah kesehatan. Organisasi ini mengiklankan dirinya sebagai LSM perempuan yang prakarsa utamanya terdiri dari perempuan. Kantornya tersebar di Los Angeles, San Francisco, New York City, Washington, DC, dan banyak lagi di kota AS serta beberapa negara lain.

Dengan anggota yang memakai tanda tangan warna merah muda, CODEPINK telah melakukan pawai, protes, dan aksi publik yang tinggi dalam rangka mempromosikan tujuannya. Meskipun perempuan yang memulai dan memimpin, organisasi ini memungkinkan laki-laki untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti Tighe Barry. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply