AL-FATAH LUNCURKAN UNIVERSITAS TERBUKA AL-QUR’AN ONLINE

Bandar Lampung, 1 Rajab 1434/11 Mei 2013 (MINA) – Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia meluncurkan (launching) Universitas Terbuka (UT) Al-Quran Internasional Abdullah bin Mas’ud secara Online.

Pembina Utama Al-Fatah Muhyiddin Hamidy menyampaikan hal itu pada acara pembukaan universitas berbasis Teknologi Informasi tersebut di hadapan ribuan peserta Program Akselerasi Menghafal Al-Quran Metode Tajul Waqar Jilid II di Pesantren Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Indonesia, Sabtu, (11/5).

“Bismillah, hari ini Universitas Terbuka Al-Qur’an Internasional Abdullah bin Mas’ud secara online kami resmikan, ini peluncuran soft launchingnya,” kata Hamidy, yang juga Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Menurutnya, persiapan mulai dari legalitas, peraturan, dan kurikulum sedang berjalan.

“Kami sudah bentuk tim untuk menyusun ini, terdiri dari hafidz, profesor, doktor, dan master, dan kami juga sudah punya biodata 100 nama guru besar terbaik dari universitas internasional di Palestina, Timur Tengah dan Afrika, yang nantinya kami pilih untuk mengajar di Universitas online ini,” tambah Hamidy, Pemimpin Umum Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) itu.

Hamidy mengatakan, seperti halnya UT, melalui kampus ini materi-materi pembelajaran Al-Quran akan diberikan kepada para mahasiswa secara online. Dosen-dosen mengajar dari jarak jauh menggunakan media internet. Dosen-dosen pengajar antara lain dari Ma’had Daar Al-Quranul Karim was Sunnah Gaza, Palestina.

“Modal awal mahasiswanya adalah lulusan Tajul Waqar II ini, yang diikuti sekitar 1000 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, serta dari Malaysia dan Afrika,” paparnya.

Program Tajul Waqar saat ini merupakan periode kedua, setelah sebelumnya Tajul Waqar pertama di tempat sama, 1 Januari hingga 26 Februari 2012. Tajul Waqar I meluluskan 205 santri penghafal Al-Quran, terdiri dari 97 putera dan 108 puteri.

Menurutnya, ada perbedaan menonjol antara Tajul Waqar I dan II. Kalau pada Tajul Waqar I menekankan pada membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Quran. Tajul Waqar II lebih lengkap, mulai dari membaca, memahami, menghayati, mengamalkan dan mengajarkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Tajul Waqar dibimbing langsung oleh para penghafal Al-Quran dari Ma’had Daar Al-Quranul Karim was Sunnah Gaza, Palestina. Mereka adalah Syeikh Mohammed Abu Hashem Al-Hafidz, Syeikh Shadi Al-Banna Al-Hafidz, Ustadzah Mukarram Qandeel Al-Hafidzah dan Ustadzah Hidayah Adnan Al-Hafidzah.

Al-Quran Angkat Derajat

Pemimpin Al-Fatah Indonesia, KH Yakhsyallah Mansur, MA. pada Pembukaan Tajul Waqor II bertema Jailul Qur’an lil Aqsha ‘Unwan” (Generasi Al-Qur’an sebagai Penolong Al-Aqsha) mengatakan, dengan mengamalkan Al-Qur’an, maka kita akan menjadi umat yang mempunyai derajat dan martabat tinggi dibandingkan umat lain.

“Allah mengangkat derajat orang beriman dan berilmu, yaitu orang yang mempunyai ilmu Al-Qur’an dan bisa mengimplementasikannya dalam wujud akhlakul karimah sehari-hari,” ujar Amir Majelis Tarbiyah wat Ta’lim Jama’ah Muslimin (Hizbullah) tersebut.

Implementasi Al-Qur’an dalam wujud akhlakul karimah, inilah modal utama untuk pembebasan Masjid Al-Aqsha Palestina, paparnya.

Ia juga mengutip perkataan Abdullah bin Mas’ud, yang menyebutkan bahwa jika seseorang ingin mendapatkan Ilmu, maka hendaklah membaca Al-Qur’an, karena di dalamnya terdapat berbagai ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian.

Menurutnya, target akhir Universitas Terbuka Al-Quran Online adalah mencetak satu juta penghafal Al-Quran dalam dua tahun.

“Dari para penghafal Al-Quran ini diharapkan muncul generasi beriman yang memuliakan Islam dan muslimin serta membebaskan Masjid Al-Aqsha Palestina,” tegasnya. (L/K1/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply