AMMAN TUAN RUMAH PERTEMUAN KELOMPOK SAHABAT SURIAH

Amman, 5 Rajab 1434/15 Mei 2013 (MINA) – Kementerian Luar Negeri Yordania mengumumkan, Selasa (14/5), Amman akan menjadi tuan rumah pertemuan kelompok Friends of Suriah (Sahabat Suriah)  pada pekan depan.

“Para Menteri Luar Negeri Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Turki, Jerman, dan Italia akan mengadakan pertemuan di Amman pada pertengahan pekan depan,” kata juru bicara Kemenlu Yordania, Sabah Rafei seperti dikutip Saudi Gazette  yang dipantau MINA.

Pertemuan itu akan menindaklanjuti pertemuan sebelumnya di Istanbul dan Abu Dhabi untuk membahas peristiwa musibah di Suriah dan mengkoordinasikan posisi sesuai perjanjian AS-Rusia baru-baru ini untuk menghidupkan kembali jalur politik untuk mengatasi krisis.

Pada pertemuan Senin malam (13/5) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Menteri Luar Negeri Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab bersikeras bahwa Presiden Suriah, Bashar Al-Assad seharusnya tidak memiliki peran dalam masa depan Suriah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan jelas memperingatkan Moskow terhadap pengiriman senjata ke Suriah sebagai tanda akan terus bertambahnya angka kematian dalam konflik.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan dalam sebuah data terbaru yang direvisi bahwa konflik Suriah pada tahun ketiga telah menewaskan lebih dari 94.000 orang.

Israel menginginkan Rusia untuk menghentikan pasokan rudal tangguh S-300 yang akan memperparah dan menyulitkan setiap serangan udara melawan pemerintahan Bashar Al-Assad di kemudian hari.

Barat dan Israel sangat prihatin penolakan Rusia untuk mengesampingkan pengiriman baterai rudal canggih S-300 ke Suriah di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perang itu.

Amerika Serikat dan Rusia telah mengusulkan konferensi perdamaian antara rezim Suriah dan oposisi dalam beberapa pekan mendatang untuk menemukan solusi politik atas perang di negara itu. Namun Perancis memperingatkan, Selasa kemarin, konferensi perdamaian yang didukung dan diusulkan asing akan sangat sulit untuk diatur.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan, pertemuan pejabat tinggi dari Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris akan berlangsung pada Kamis mendatang (16/5). Rusia dan China akan bergabung dalam pembicaraan sehari kemudian. Masih belum diketahui di mana lokasi pembicaraan itu diadakan.

Dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan antara kelompok pro-oposisi, Friends of Suriah, di pertemuan Istanbul bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Washington akan menggandakan bantuannya kepada oposisi Suriah sebesar 250 juta US dolar dan memperluas pasokan militer non-mematikan untuk pejuang oposisi. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply