BADAI MAHASEN ANCAM MUSLIM ROHINGYA

Yangon, 5 Rajab 1434/15 Mei 2013 (MINA) – PBB telah memperingatkan lembaga bantuan internasional dari dampak Badai Mahasen yang mengancam daerah pesisir dataran rendah Bangladesh, Myanmar dan mengancam 140 ribu Muslim Rohingya.

“Militer akan memindahkan mereka ke tempat yang lebih tinggi dan tempat penampungan darurat di sekolah,” Aung Min, menteri kantor kepresidenan Myanmar, mengatakan pada konferensi pers di Yangon.

Badai Muhasen bergerak ke arah utara-barat di atas Teluk Benggala, dan diperkirakan akan mencapai daratan Jumat pagi (17/5) di kota Chittagong, Bangladesh, dan masih ada kekhawatiran di negara bagian Rakhine di Myanmar, Islammemo yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) melaporkan.

Badai itu dapat membawa kondisi yang mengancam jiwa 8,2 juta orang di timur laut India, Bangladesh dan Myanmar. Bangladesh Chittagong dan daerah Cox Bazar bisa mengalami gelombang pasang terburuk dan hujan lebat. Cox Bazar berisi kamp-kamp Muslim Rohingya.

 Para pejabat lokal mengatakan 113 tim medis telah dikerahkan untuk menangani dampak dari Badai dan cuti telah dibatalkan untuk semua pegawai pemerintah.

“Kami telah membuat semua persiapan untuk menghadapi badai”,  kata Mohammed Kamruzzaman, hakim pemerintah yang bertanggung jawab pada kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazar.

“Kami telah menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan pengungsi Rohingya yang tercatat maupun tidak tercatat dari bahaya badai”.

Otoritas Perancis di Bangladesh pada hari Rabu memerintahkan evakuasi ratusan ribu warga dengan dekatnya kedatangan Badai pada Kamis pagi ke daerah pesisir.

Pemerintah Myanmar berencana memindahkan lebih dari 166 ribu orang ke tempat yang aman, sebagian besar Muslim Rohingya yang mengungsi karena kekerasan tahun lalu sebelum kedatangan Badai Mahasen.

Badai Mahasen tergolong kategori tingkat terendah satu pada skala satu sampai lima dan membawa angin hingga 88 kilometer (55 mil) per jam di pusatnya, Shamsuddin Ahmed, wakil kepala Departemen Meteorologi Bangladesh menjelaskan.

Tapi salah satu badai kategori itu bisa melepaskan gelombang badai hingga ketinggian tujuh kaki (dua meter) di daerah pesisir dataran rendah dan membuat kerusakan di daerah lain, kata Ahmed.

Para ahli mengatakan Bangladesh lebih siap untuk menangani Badai dari pihak berwenang di seberang perbatasan di Rakhine, di mana puluhan ribu Rohingya kehilangan rumahnya akibat kerusuhan tahun lalu, Mizzima melaporkan.

Media Myanmar Selasa malam (14/5) mengatakan, tim penolong sedang mencari 58 warga Rohingya yang hilang karena kapalnya karam setelah menabrak batu di perairan pesisir setelah mereka melarikan diri badai ke tempat yang lebih tinggi.

Sejumlah penduduk  Rohingya lainnya di Myanmar telah menyatakan keengganan untuk pindah. Mereka juga mengecam Myanmar karena gagal menyediakan perumahan permanen cepat untuk Rohingya pengungsi, setelah berbulan-bulan peringatan bahaya yang ditimbulkan ke kamp oleh monsun tahun ini. (T/P011/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Rate this article!

Leave a Reply