BELGIA CABUT LARANGAN PENGGUNAAN JILBAB

Brussel, 19 Rajab 1434/29 Mei (MINA) – Pemerintah Belgia mencabut larangan pemakaian jilbab setelah selama enam tahun pemerintah melarang perempuan Muslim memakai jilbab. 

Kebijakan itu menjadi kabar gembira bagi perempuan Muslim di Belgia.

“Ini adalah hari bersejarah bagi minoritas Muslim,” kata Naima Charkaoui, Direktur Forum kelompok Minoritas seperti dikutip OnIslam yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Rabu (29/5).

Pemerintah di Kota Ghent, kota ketiga terbesar di Belgia telah melarang pemakaian jilbab pada tahun 2007 setelah partai ekstrimis mendominasi kota  tersebut.

Larangan itu telah mencegah para perempuan Muslim mengenakan jilbab setiap kali pergi ke tempat umum, sementara itu sebuah larangan serupa terjadi di kota Antwerpen, Belgia.

Namun, larangan tersebut mendorong perempuan Muslim untuk menolaknya karena berjilbab adalah hak dan kewajiban bagi mereka sebagai umat Islam.

Lebih dari 10.000 penduduk Belgia atau sekitar lima kali jumlah yang dibutuhkan untuk menyerukan pemungutan suara, telah menandatangani petisi untuk meminta pencabutan larangan memakai jilbab.

Aksi tersebut diselenggarakan oleh Forum Kelompok Minoritas Belgia, masalah itu diperdebatkan sampai ke dewan kota.

Setelah perdebatan panjang terjadi, sebanyak 29 dari 51 anggota dewan kota memutuskan untuk membatalkan larangan mengenakan ‘simbol agama’.

Namun, Islam memandang jilbab bukan sebagai simbol agama, melainkan kewajiban perempuan Muslim sesuai syari’at yang tertera dalam Al-Qur’an.

Tahun 2004 lalu, sekelompok perempuan Muslim mengadakan aksi protes menuntut penghapusan larangan berjilbab di Perancis. Hal tersebut mengundang perdebatan di beberapa kota di negara Eropa.

Populasi Muslim di Belgia diperkirakan mencapai 450.000 orang dari 10 juta penduduk, setengah dari mereka berasal dari Maroko, sementara sekitar 120.000 orang berasal dari Turki. (T/P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply