BENTROKAN GERILYAWAN DAN TENTARA KONGO TEWASKAN 40 ORANG

Goma, Republik Demokratik Kongo, 7 Rajab 1434/17 Mei 2013 (MINA) – Pejabat pemerintah dan militer Kongo mengatakan, Kamis (16/5), bahwa bentrokan kekerasan antara gerilyawan dan tentara di daerah timur yang bergolak telah menewaskan 40 orang.

“Pertempuran pecah antara milisi Mai-Mai dan pasukan pemerintah hari Rabu di kota Beni, sekitar 250 kilometer (155 mil) utara Goma, ibukota provinsi Kivu Utara,” kata Kolonel Richard Bisamaza.

Juru bicara pemerintah Lambert Mende mengatakan dalam konferensi pers bahwa 32 pejuang milisi tewas serta delapan tentara, Modern Ghana melaporkan yang dikutip MINA.

Bisamaza sebelumnya mengatakan bahwa Mai-Mai, istilah umum untuk sejumlah kelompok milisi lokal, menyerang bangunan tentara untuk mencoba membebaskan sejumlah rekan mereka yang telah ditangkap dan ditahan di sana. Namun, mereka melarikan diri setelah satu jam terlibat baku tembak.

Kivu Utara dalam kondisi tidak stabil di timur Kongo dan didominasi oleh gerakan bersenjata, termasuk gerakan perlawanan M23, kelompok tersangka yang oleh PBB dituduh menerima dukungan keuangan dari Rwanda dan Uganda. Namun kedua negara menyangkal tuduhan itu.

Ketika perhatian pemerintah terfokus  memerangi gerakan perlawanan M23 selama tahun lalu, milisi lain seperti Mai Mai, berasal dari suatu kekuatan yang dikenal sebagai Katakatanga yang mencari pemisahan provinsi Katanga, telah mampu berkembang biak di Kivu Utara dan Kivu Selatan, provinsi Kivu.

Kongo telah menggenjot upaya untuk mengatasi gerakan-gerakan bersenjata.

Pasukan pertama dari Brigade Intervensi Afrika dengan 3.000 kekuatan yang diciptakan oleh Dewan Keamanan PBB, tiba di Kongo awal pekan ini untuk menghadapi kelompok-kelompok bersenjata.

Brigade akan membantu pasukan PBB yang dikenal sebagai Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo/MONUSCO) yang sudah hadir di negara itu.

Sementara MONUSCO memiliki mandat untuk melindungi warga sipil, Brigade Intervensi adalah yang pertama diberi mandat ofensif. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply