BOM DI PERBATASAN TURKI-SURIAH SEBABKAN PULUHAN MENINGGAL

Foto: AFP

Reyhanli, Turki, 2 Rajab 1434/11 Mei 2013 (MINA) – Serangan bom mobil yang menewaskan sedikitnya 40 orang di kota perbatasan Turki-Suriah, Reyhanli, pada Sabtu pagi (11/5).

Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan menduga serangan yang juga melukai lebih dari 100 orang itu berkaitan dengan konflik di Suriah atau proses perdamaian Turki dengan militan Kurdi.

“Kita sudah melalui waktu yang sensitif, dan kini sedang memulai era baru, perdamaian Kurdish merupakan salah satu solusi. Mereka yang tidak bisa menerima era baru ini bisa mengambil tindakan seperti itu,” kata Erdogan dalam komentar yang disiarkan televisi Turki, sebagaimana Al Arabiya melaporkan.

“Isu sensitif lain adalah bahwa provinsi Hatay [di mana ledakan terjadi] adalah provinsi yang terletak di perbatasan dengan Suriah, tindakan ini mungkin telah diambil untuk memprovokasi isu sensitif tadi,” tambahnya.

Berbicara di Istanbul kepada reporter, Erdogan mengatakan investigasi sedang dilakukan oleh pasukan keamaan Turki di daerah yang menjadi tempat bagi 20-25 ribu pengungsi Suriah itu.

Menteri dalam negeri Turki, Muammar Guler mengatakan, dua kendaraan yang membawa bom meledak di dekat kantor pos kota tersebut di mana bangunan kota mengalami kerusakan besar. Beberapa mobil yang benar-benar hancur dalam ledakan juga menyebabkan aliran listrik terputus, Press TV melaporkan.

Sebelumnya, sebuah laporan mengatakan empat ledakan mengguncang kota yang terletak hanya beberapa kilometer dari perbatasan Suriah.

Pada Februari lalu, tujuh belas orang tewas dan 30 lainnya terluka setelah sebuah minibus meledak di persimpangan perbatasan Turki-Suriah dekat Reyhanli.

Pos perbatasan Cilvegozu itu adalah salah satu titik persimpangan utama bagi pengungsi Suriah untuk hijrah ke negara tetangga, menurut pejabat Turki. (T/P03/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply