BOM MOBIL HANTAM KONVOI MILITER AS

Kabul, 7 Rajab 1434/17 Mei 2013(MINA) – Seorang bomber menabrakkan mobilnya ke sebuah konvoi pasukan militer Amerika Serikat (AS) di Kabul, Afghanistan, Kamis kemarin.

Pemboman itu menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk dua tentara Amerika dan empat kontraktor sipil Amerika.

Juru bicara Menteri Pertahanan AS, Bill Speaks menegaskan, dua tentara AS dari koalisi militer NATO dan empat kontraktor sipil AS tewas dalam aksi pemboman itu. 

kelompok pejuang, Hizb-e-Islami yang berbasis di timur laut Afghanistan, mengaku bertanggung jawab atas pemboman pagi itu.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Kanishka Beektash Torkystani mengatakan sembilan warga sipil Afghanistan tewas dalam ledakan itu, termasuk dua anak, dan 35 orang lainnya terluka, lansir Saudi Gazette yang dikutip MINA.

Bulan ini menjadi bulan paling mematikan di tahun 2013 bagi pasukan koalisi dengan jumlah korban tewas 18 jiwa.

Hingga kini, korban internasional secara umum telah turun jumlahnya bersama dengan pengurangan jumlah tentara internasional. NATO berencana untuk menarik pasukan tempurnya dari Afghanistan tahun depan.

Juru bicara kepolisian provinsi Kabul, Hashmad Stanakzi mengatakan bahwa pembom meledak bersama mobil yang penuh dengan bahan peledak.

Wakil Kepala Polisi Kabul, Daud Amin mengatakan, sulit untuk menghitung orang yang mati karena ledakan itu menghancurkan banyak korban.

Seorang juru bicara Hizbut-e-Islami, Haroon Zarghoon mengatakan, kelompoknya telah membentuk sel baru untuk melakukan serangan bom kepada pasukan AS dan pasukan koalisi lainnya.

“Sel telah memantau gerakan dan waktu konvoi Amerika selama seminggu dan menerapkan rencana Kamis pagi,” kata Zarghoon.

Dia mengatakan sel didirikan sebagai tanggapan terhadap laporan bahwa AS berencana mempertahankan basis permanen pasukan di Afghanistan, bahkan setelah penarikan NATO.

Hizb-e-Islami dipimpin oleh Gubuddin Hekmatyar (65), mantan Perdana Menteri Afghanistan dan mantan sekutu AS yang kini terdaftar sebagai “teroris” oleh Washington. Milisinya memiliki ribuan pejuang dan pengikut di negara utara dan timur. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply