KUNCI PEMBEBASAN Al-AQSHA DENGAN KESATUAN UMAT ISLAM

Jakarta, 28 Jumadil Akhir 1434/8 Mei 2013 (MINA) – Seorang dai Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir, Hasan Ali Hasan mengatakan, kesatuan umat Islam, melaksanakan shalat malam, serta disiplin shalat subuh berjamaah merupakan kunci pembebasan Masjid Al-Aqsha.

“Muslimin harus bersatu, mendisiplinkan shalat malam, dan shalat subuh berjamaah untuk membebaskan Al-Aqsha sebagaimana yang dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayubi dalam upaya pembebasan kiblat pertama bagi umat Islam itu,” kata Hasan Ali saat mengisi acara ceramah di Bogor, Selasa (7/5).

Dia juga mengatakan, shalat malam merupakan madrasah pembinaan terbaik yang dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabat.

Lebih jauh, Hasan Ali menyerukan, membebaskan Masjid Al-Aqsha merupakan tanggung jawab bersama umat Islam, bukan semata tanggung jawab penduduk Mesir dan Arab saja.

“Kaum muslimin harus meningkatkan kualitas diri dalam setiap lini kehidupan sesuai perannya masing-masing agar bisa berperan dalam perjuangan membebaskan Masjid Al-Aqsha,” tuturnya.

Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds adalah satu kesatuan. Al-Quds meliputi seluruh tembok yang mengelilingi kompleks Masjid Al-Aqsa. Saat ini Al-Quds berada di bawah penjajahan Israel yang memulai penjajahannya atas Palestina sejak 1948 lalu.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat muslim, hal ini berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, dimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam naik ke Sidaratul Muntaha melalui tempat itu.

“Hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia harus ditingkatkan. Insya Allah, janji akan pertolongan Allah kepada para mujahid dan kaum muslimin kian dekat. tutur pria yang berkunjung ke Indonesia dalam rangka menjalin kerjasama perdagangan antara Mesir, Palestina, dan Indonesia.

Hingga kini, Masjid Al-Aqsha masih berada dalam cengkeraman Israel yang telah memulai penjajahannya sejak secara sepihak Israel mengumumkan berdirinya negara Yahudi di atas tanah Palestina yang diambil secara paksa pada 1948.

Sementara itu, Hasan Ali mengungkapkan bahwa kondisi Mesir hari ini sangat kondusif untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha.

“Namun demikian, diperlukan upaya kuat dan perjalanan panjang dalam menghancurkan kejahatan rezim Israel hingga masjid Al-Aqsha kembali ke pangkuan umat Islam,” tambahnya. (L/P010/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply