DALAI LAMA SERU BIKSU MYANMAR DAN SRI LANGKA AKHIRI SERANG UMAT ISLAM

Maryland, 30 Jumadil Akhir 1434/9 Mei 2013 (MINA) – Dalai Lama menyeru biksu Budha di Myanmar dan Sri Lanka mengakhiri serangkaian serangan pada umat Islam di negara mereka, Saudi Gazette melaporkan yang dikutip MINA.

Seruan pemimpin spiritual Budha Tibet itu disampaikan Selasa malam (7/5), ketika ditanya setelah pidato yang disampaikan kepada 15.000 orang di Universitas Maryland, Amerika Serikat.

Myanmar, yang sebelumnya dikenal sebagai Burma, telah dilanda aksi kekerasan sektarian yang telah menewaskan ratusan orang dan menelantarkan lebih dari 135.000 pengungsi sejak tahun lalu. Sementara kelompok-kelompok Budha Sri Lanka baru-baru ini menyerang bisnis Muslim.

“Membunuh orang atas nama agama adalah benar-benar sangat menyedihkan, tak terpikirkan,” kata peraih Nobel Perdamaian itu. “Bahkan Budha kini terlibat, di Burma dan Sri Lanka juga. Biksu Budha menghancurkan masjid Muslim atau keluarga Muslim. Benar-benar sangat menyedihkan.”

Dia mengatakan bahwa ia kadang-kadang menasehati sesama umat Buddha bahwa ketika mereka mengembangkan semacam emosi negatif terhadap komunitas Muslim, maka silakan pikir dari wajah Budha.

“Jika Budha di sana, dia akan melindungi umat Islam,” katanya dalam sebuah video pidato yang diposting di website universitas.

Dalai Lama adalah Kepala Sekolah Buddhisme Tibet, sementara ajaran Budha di Myanmar dan Sri Lanka didominasi oleh cabang Theravada yang tidak mengakui kekuasaannya.

Kekerasan sektarian di Myanmar pertama kali berkobar di negara bagian Rakhine Barat hampir setahun yang lalu, ketika massa umat Budha bersenjatakan parang menghancurkan ribuan rumah Muslim, yang menyebabkan ratusan orang tewas dan memaksa 125.000 orang mengungsi, sebagian besar Muslim. Kekerasan itu telah menyebarkan kampanye melawan komunitas Muslim negara itu ke wilayah lain.

Pada bulan Maret, setidaknya 43 orang tewas dan 12.000 mengungsi di pusat kota Meikhtila ketika massa Budha mengamuk di kota dan polisi berdiri diam. Sebagian besar korban adalah Muslim.

Pekan lalu, satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka ketika umat Budha menyerbu sebuah kota sekitar 80 kilometer (50 mil) utara kota Yangon, mengobrak-abrik masjid dan membakar beberapa desa.

Human Right Watch yang berbasis di New York menuduh pemerintah Myanmar, termasuk para biksu Budha, politisi lokal, pejabat pemerintah, dan pasukan keamanan negara, mengobarkan kampanye terorganisir “pembersihan etnis” terhadap Muslim di negara bagian Rakhine.

Sri Lanka, yang didominasi oleh mayoritas Budha, juga telah terpancing oleh naiknya contoh pidato kebencian terhadap Muslim dan melakukan serangan terhadap bisnis-bisnis milik Muslim.

Kelompok yang dipimpin oleh para biksu Budha telah menyebar tuduhan bahwa minoritas Muslim  mendominasi bisnis di sana dan mencoba untuk mengambil alih negara dengan meningkatkan tingkat kelahiran dan diam-diam mensterilkan Budha. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply