DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM: MADRASAH LEBIH BAIK

Jakarta, 26 Jumadil Akhir 1434/6 Mei 2013 (MINA) – Dirjen Pendidikan Islam, Nur Syam mengatakan bahwa madrasah lebih baik dengan memiliki prestasi yang luar biasa.

“Madrasah lebih baik dan lebih baik madrasah,” kata Nur saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di MIN Pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur, sebagaimana yang dikutip MINA dari situs resmi Kementerian Agama, Senin (6/5).

Menurut Nur, secara kualitas, madrasah sudah tidak kalah dengan sekolah lainnya. Hal itu ditunjukan dengan banyaknya prestasi yang diraih madrasah negeri maupun swasta.

Dalam kunjungan itu, Nur Syam didampingi Kakanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta, Akhmad Murtadlo, dan sejumlah pejabat Kemenag lainnya.

“Pada kenyataannya terdapat pergerakan penting yang mengarah pada peningkatan mutu, kualitas, dan daya saing, terutama jika dilihat dari prestasi yang telah diraih. Hasil UN Madrasah sekarang sudah sebanding dengan sekolah,” ujarnya.

Nur menambahkan, jika hasil UN baik dan prestasi banyak diraih, maka hal itu akan memberikan image positif tentang madrasah kepada masyarakat.

Kepala MIN 16, M. Zubad, memaparkan bahwa minat orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya di MIN 16 Cipayung sangat besar. Pada tahun pelajaran 2013/2014 yang akan datang, MIN 16 sudah membukan pendaftaran, namun hanya bisa menerima 84 siswa saja. Padahal yang mendaftar mencapai 600 siswa.

Kelebihan dan keunggulan

Seiring terus membaiknya mutu dan kualitas, Nur Syam meminta agar ke depan, madrasah harus mempunyai kelebihan  dan keunggulan.

“Setiap madrasah harus mempunyai kelebihan dan keunggulan. Distingsi (perbedaan) madrasah ini apa, jika dibandingkan sekolah atau madrasah lainnya? Keunggulan dan ekselensi (kwalitas yang baik) juga seperti apa?” kata Nur Syam.

Nur Syam mencontohkan bahwa Bupati Lamongan pernah mendapatkan penghargaan dari salah satu lembaga yang dipimpin oleh Hermawan Kertajaya karena mewajibkan seluruh sekolah dan madrasah untuk belajar Bahasa Mandarin.

“Distingsi seperti ini harus kita fikirkan,” kata Nur. “Saya senang ketika ada madrasah yang memprogramkan hafalan 1 juz per tahun sehingga kalau 6 tahun, siswa madrasah bisa hafal 6 juz. Ini adalah distingsi.”

Nur menegaskan, Kementerian Agama mencanangkan agar madrasah mempunyai distingsi dan ekselensi ini pada 2020. “Kalau sekarang kita masih berkutat pada perluasan akses dan peningkatan mutu, tahun 2020 kita harus menuju pada distingsi dan ekselensi,” kata Nur Syam.

“Ini harus dimulai dari sekarang. Sebab prestasi tidak diraih secepat kilat. Bikin perkembangan berjenjang. If you think you can, you really can,” tutup Nur Syam. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply