EKONOMI ISLAM BISA BERKEMBANG PESAT

(International Conference On Islamic Wealth Management /ICIWM), bogor, jum’at (10/5). (dok.MINA)

Bogor, 30 Jumadil Akhir 1434/10 Mei 2013 (MINA) –  Ekonomi Islam diyakini bisa bangkit jika elemen-elemen dalam Islam bisa bersinergi dalam membangun ekonomi Islam tersebut.  Bangkitnya ekonomi Islam ini harus dilakukan dengan cara bekerja sama.

“Ekonomi Islam berpeluang besar untuk bisa berkembang, akan tetapi harus dibangun dengan cara bekerjasama, elemen elemen dalam Islam harus bersinergi untuk membangun ekonomi Islam” kata wakil panitia penyelenggara Konferensi Internasional Pengelolaan Kekayaan Islam (International Conference On Islamic Wealth Management /ICIWM), di bogor, jum’at  (10/5).

“Kami para akademisi tidak dapat berdiri tanpa adanya praktisi, yaitu orang-orang yang berada di bank-bank, dan tidak cukup akademisi dan praktisi tanpa adanya peran pengambil keputusan atau pemerintah” tambahnya.

Kemudian menurutnya, Konferensi Internasional Pengelolaan Kekayaan Islam bertujuan, untuk mensosialisasikan dan membangun citra Ekonomi Islam, untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam, mendidik masyarakat tentang bagaimana pengelolaan kekayaan Islam dalam mengurangi kesenjangan tingkat keuangan, dan untuk membentuk kondisi yang tepat di tingkat mikro dan makro ekonomi berdasarkan hukum Islam.

Ekonomi Islam merupakan salah satu sistem ekonomi di dunia ini, selain ekonomi yang ada di sekarang yaitu kapitalisme dan sosialisme. Ini berasal dari sumber yang berbeda dari dua sistem lain, yang berasal dari pikiran manusia. Ekonomi Islam berasal dari Wahyu Islam, Al Qur’an dan tradisi kenabian.

Salah satu nilai dalam ekonomi Islam adalah untuk mencapai fallah (kemenangan) dalam kehidupan ini dan akhirat. Tujuan dalam ekonomi Islam adalah untuk menciptakan kemakmuran dan keadilan di masyarakat.

Konferensi Internasional Pengelolaan Kekayaan Islam tersebut merupakan konferensi Internasional petama yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Iqtishod, dan elemen lainya. (L/P015/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply