EREKAT: NAKBA HARUSNYA CIPTAKAN MALU MASYARAKAT INTERNASIONAL

Palestina, 7 Rajab 1434/17 Mei 2013 (MINA) – Seorang anggota Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat, mengatakan pada Rabu bahwa tragedi Nakba 65 tahun lalu seharusnya membuat malu masyarakat internasional. 

Peristiwa Nakbah dikenang rakyat Palestina sebagai malapetaka yang disebabkan kebiadaban teroris Zionis Israel hingga mereka meninggalkan rumah dan kampung halamannya untuk hijrah menyelamatkan jiwa dan iman yang melekat dalam dada.

Nakba melalui pendudukan Israel berlangsung sejak 1948 dan terus melakukan pelanggaran dan pembangunan pemukiman, khususnya di Yerusalem Timur dan sekitarnya.

Pernyataan ini dibuat dalam pertemuan terpisah antara Erekat dan Wakil Pribadi Sekretaris Jenderal PBB, Robert Serry, Konsul Jenderal Prancis, Frederic Desagneaux dan perwakilan Jepang untuk Negara Palestina, Junien Matsuura.

Erekat mengatakan bahwa keputusan pemerintah Israel untuk melanjutkan kegiatan permukiman, yang terakhir adalah usulan pembangunan 296 unit di pemukiman Beit El. Ini seolah menegaskan bahwa pemerintah Israel telah memilih permukiman dan pemaksaan daripada perdamaian dan negosiasi, sebagaimana yang dilansir MEMO dan dipantau oleh MINA.

Erekat meminta masyarakat internasional terus melakukan segala upaya yang mungkin menuju pembebasan tahanan Palestina, terutama mereka yang ditangkap sebelum akhir 1994.

Walaupun peristiwa Nakbah sudah berlangsung 65 tahun, akan tetapi sangat sulit dilupakan oleh rakyat Palestina khususnya, dan orang yang memiliki hati nurani serta akal sehat pada umumnya karena begitu sakitnya penderitaan bangsa Palestina akibat kekejaman yang dilakukan teroris Zionis Israel kepada anak-anak yang tidak berdosa, kaum wanita, dan orang-orang tua yang sudah uzur.

Peristiwa Nakbah diawali dengan tindakan teror, penangkapan, dan pembantaian yang dilakukan oleh kelompok teroris Zionis ekstrim Irgun pimpinan Menachem Begin yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel dari Partai Likud (21 Juni 1977-10 Oktober 1983) – terhadap rakyat Palestina Tiberius pada 18 April 1948, menyebabkan 5.500 orang rakyat Palestina mengungsi menyelamatkan diri.

Pembantaian ini dilakukan oleh tentara-tentara teroris Zionis Israel dan kelompok teroris Zionis ekstrim seperti Haganah, Stern Gang, Bachnach, Irgun Levi L’ummi, dan sebagainya. Mereka bersenjata lengkap, sementara yang diserangnya hanya rakyat biasa yang tidak memiliki senjata apa pun.

Pada 28 April 1948, kelompok teroris Zionis ekstrim Irgun kembali memborbadir fasilitas-fasilitas milik rakyat sipil di kota Jaffa, kota terbesar di Palestina pada saat itu hingga menyebabkan 750.000 rakyat Palestina ketakutan dan panik.

Saat ini, ada 4,4 juta pengungsi Palestina yang terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan setidaknya lebih dari satu juta orang pengungsi Palestina lainnya yang belum terdaftar. Jadi mayoritas rakyat Palestina, sekitar enam juta orang adalah pengungsi.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)  

 

 

 

Leave a Reply