FATWA AL-QARADHAWI : WAJIB FOKUS BEBASKAN AL-AQSHA SECARA BERJAMAAH

Gaza City, 1 Rajab 1434/11 Mei 2013 (MINA) – Ketua Asosiasi Ulama Muslim Dunia Prof. Dr. Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi (87) menyerukan fatwa kepada umat Islam untuk memfokuskan perjuangannya membebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina secara berjamaah.

“Bebaskan Al-Aqsha Palestina dengan berjamaah, jangan berselisih nanti hanya akan membuat umat Islam binasa, ” ujarnya saat khutbah Jumat di Masjid Jami’ al-‘Umari al-Kabir (Masjid Jami’ Umari) Distrik Daraj, Gaza, Jumat (10/5).

Muhammad Husain, wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di Jalur Gaza melaporkan, dalam kunjungan tiga hari ke Jalur Gaza itu, Syeikh Al-Qaradhawi mengatakan, umat Islam jelas menghadapi musuh yang satu, tujuan perjuangannya juga satu, maka tidak pantas untuk saling berselisih.

“Musuh umat Islam sudah jelas satu yaitu zionis Israel, lalu mengapa dalam tubuh umat Islam sendiri masih berselisih dan  berbeda?” ujarnya, sambil mengutip Surat Ali Imran ayat 103, yang mewajibkan umat Islam berjamaah dan melarang berpecah-belah.

Al-Qaradhawi yang baru dapat berkunjung kembali ke Jalur Gaza sejak tahun 1958, atau sekitar 55 tahun lalu, menegaskan, jika umat Islam komitmen berjamaah, maka pertolongan Allah sangat dekat.

“Saya semakin bertambah yakin bahwa perjuangan umat Islam dalam melawan kezaliman penjajahan Israel ini tidak akan pernah mati,” tegas ulama kelahiran Mesir 9 September 1926 yang kini tinggal di Qatar tersebut.

Untuk itu, seluruh komponen perjuangan Palestina harus bekerja sama, bersabar dan terus mengadakan perlawanan, tegasnya, di hadapan ribuan jamaah masjid tertua di Jalur Gaza, yang bangunannya berusia sekitar 4000 tahun itu.

Tampak hadir pada shalat Jumat berjamaah bersama Syeikh Al-Qaradhawi, Perdana Menteri Ismail Haniya, para menteri, anggota parlemen, mufti, sekitar 45 ulama dari berbagai negeri Arab yang ikut rombongan, serta ribuan umat Islam setempat.  

Termasuk  sejumlah 11 relawan Indonesia yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.  

Mereka merupakan bagian dari 30 relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), utusan Pesantren Al-Fatah Bogor, yang sedang beramal shaleh membangun Rumah sakit persembahan umat muslim Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza.

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi datang ke Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah-Mesir, sebagai wujud keprihatinan dan dukungan terhadap nasib Al-Aqsha dan perjuangan warga Gaza melawan penjajahan zionis Israel. (L/K9/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply