FISIKAWAN TERKEMUKA DUNIA SERUKAN AKSI BOIKOT ISRAEL

Jakarta, 28 Jumadil Akhir 1434/8 Mei 2013 (MINA) –  Fisikawan terkemuka di dunia, Stephen Hawking (71), menarik diri sebagai pembicara dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Presiden Israel, Shimon Peres di Yerusalem sebagai bentuk protes atas perlakuan Israel terhadap Palestina.

“Hawking bergabung dengan akademik boikot Israel dan menarik diri dari Konferensi Presiden Israel yang bertema: Menghadapi Esok 2013, di bawah naungan Presiden Peres,” kata panitia penyelenggara acara yang dikutip oleh Guardian.

Komite Inggris untuk Universitas Palestina, yang mendukung boikot Israel oleh para akademisi dan menentang pendudukannya dari wilayah Palestina mengatakan, Hawking memutuskan untuk mengamati aksi boikot terlebih dahulu dan sebagai hasilnya ia menolak undangan konferensi itu.

Hawking yang juga professor matematika di Universitas Cambridge, mendapat undangan dari konferensi presiden lima tahunan itu, di mana konferensi tersebut akan diselenggarakan pada Juni. Konferensi tersebut juga mendatangkan tokoh-tokoh internasional dan ribuan peserta, tahun ini konferensi itu juga bersamaan dengan perayaan ulang tahun Peres ke-90.

Hawking sedang dalam keadaan tidak sehat, namun minggu lalu ia menulis surat singkat kepada presiden Israel yang mengatakan bahwa ia telah berubah pikiran. Dia belum mengumumkan keputusannya kepada publik, tetapi sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Komite Inggris untuk Universitas Palestina dengan persetujuan Hawking menggambarkannya sebagai “keputusan yang independen untuk menghormati boikot, berdasarkan pengetahuannya tentang Palestina.”

Keputusan Hawking menandai kemenangan bonus dalam kampanye boikot, divestasi dan sanksi yang menargetkan institusi akademik Israel.

Pada April, pengajar Persatuan Irlandia itu menjadi dosen pertama asosiasi di Eropa  yang menyerukan boikot akademis terhadap Israel.   Sedangkan di Amerika,  anggota Asosiasi Studi Amerika-Asia memilih untuk mendukung boikot, di mana mereka adalah kelompok akademis nasional pertama yang melakukannya.

Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking.

Hawking menderita tetraplegia (kelumpuhan) karena  penyakit saraf yang menyerang neuron otak.  Pada 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik. Pada 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak dapat berbicara sama sekali.

Seorang ilmuwan Cambridge membuatkan alat yang memungkinkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu komputer itu akan melafalkan semua yang ditulis Hawking dalam bentuk suara.

Meski mengalami kelumpuhan total, karier ilmiahnya terus berlanjut selama lebih dari empat puluh tahun. Buku-buku dan penampilan publiknya menjadikan ia sebagai seorang selebritis akademik dan teoretikus fisika yang termasyhur di dunia. (T/P03/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply