GERAKAN ISLAM MALI: KAMI BUKAN TERORIS

Kidal, Mali, 6 Rajab 1434/16 Mei 2013 (MINA) – Sheikh Awssa, pendiri Gerakan Islam Azawad (Islamic Movement of Azawad/IMA), mengatakan hari Rabu (15/5) di Kidal, bahwa mereka menolak label “teroris” yang disematkan kepada mereka.

Gerakan Islam Azawad adalah kelompok bersenjata yang menguasai Kidal, salah satu dari tiga kota terbesar bagian utara Mali.

“Kami bukan teroris. Tapi pemerintah Mali ingin menggambarkan kita seperti itu dan mendapatkan dukungan dunia untuk menyerang kita atas nama perang melawan terorisme,” kata Awssa kepada Al Jazeera di Kidal yang dikutip MINA.

Ada indikasi bahwa tentara pemerintah telah mempersiapkan serangan besar untuk merebut kembali benteng yang tersisa dari para pejuang Tuareg di Kidal.

Dana donor melebihi target

Sementara itu, Konferensi Donor untuk Mali yang diselenggarakan Rabu di Brussels, Belgia, oleh Presiden Perancis Francois Hollande, bersama dengan Presiden Komisi Eropa Barroso dan Presiden Sementara Mali Dioncounda Traore.

Delegasi internasional dari 103 negara diperkirakan hadir, termasuk sepuluh kepala negara dan pemerintahan.

Para donor internasional telah menjanjikan lebih dari $ 4.22 milyar untuk membantu Mali pulih setelah konflik dengan para pejuang al-Qaeda.

Jumlahnya melebihi angka yang ditargetkan Mali yang telah meminta donor sebesar $ 2.57 milyar untuk tahun ini dan berikutnya.

Para pejabat di Mali telah datang dengan rencana anggaran multifaset $ 5.58 milyar untuk para pejabat Uni Eropa yang menyerukan pembangunan kembali Mali secara total.

Rencana tersebut meliputi pembangunan kembali lembaga pemerintah dan militer, pelaksanaan pemilu Juli, mengatur dialog dengan pemberontak di utara, pembangunan jalan dan sekolah, menghidupkan kembali krisis perekonomian sehingga orang bisa dibayar untuk bekerja, dan banyak lagi.

Janji besar uang oleh Uni Eropa, Perancis, Amerika Serikat, Inggris dan negara lain  membawa negara Afrika Barat itu pada tujuannya untuk mengisi kesenjangan pendanaan dalam rencananya menjaga perdamaian dan membangun infrastruktur. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply