GOOGLE AKUI PALESTINA SEBAGAI NEGARA

Ramallah, 25 Jumadil Akhir 1434/5 Mei 2013 (MINA) – Google telah mengakui Palestina sebagai negara sebagaimana diakui oleh PBB, dengan mengubah nama dari “wilayah Palestina” menjadi “Palestina” dalam mesin pencariannya.

“Hal Ini adalah langkah yang benar dan tepat, juga merupakan salah satu dorongan untuk menjadikan negara Palestina bukan wilayah Palestina,” kata Sabri Saidam, penasehat Presiden Mahmoud Abbas.

“Sebagian besar peta dunia terdapat dalam dunia maya dan ini berarti menempatkan Palestina sebagai negara di peta virtual serta peta geografis,” tambahnya.

Perubahan itu diperkenalkan sejak 1 Mei lalu, google.ps sekarang menampilkan “Palestina” dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris di bawah logo Google.

Hal ini merupakan langkah lain kemenangan bagi Otoritas Palestina, setelah memenangkan peningkatan status di Majelis Umum PBB pada November lalu, dengan memperoleh status negara pengamat non-anggota.

Seorang juru bicara Google mengatakan, perusahaan mereka melakukan perubahan di semua produknya.

“Kami mengubah nama Palestina di produk kami,” kata juru bicara Google Nathan Tyler pada Jumat seperti dirilis Onislam.net dan dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Ahad (5/5). “Kami berkonsultasi dengan semua sumber dan pihak berwenang untuk menamai negara-negara, dan dalam langkah ini mengikuti jejak PBB,” tambahnya.

Saidam mengatakan, sejak pemungutan suara PBB pada 29 November 2012 lalu, Otoritas Palestina telah ditulis negara oleh perusahaan-perusahaan internasional, termasuk Google.

Israel Kritik Google

Tidak seperti Palestina menyambut Google, para Pejabat Israel bergerak untuk mengkritik atas perubahan yang dilakukan Google.

“Perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang alasan di balik sebuah perusahaan Google yang mengejutkan, pada dasarnya adalah sebuah perusahaan internet swasta di politik internasional dan pada sisi kontroversial,” kata juru bicara Kementrian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor.

“Lankah itu tidak memiliki signifikansi diplomatik atau politik,” tambahnya.

Israel menduduki tanah Palestina bersama dengan semenanjung Sinai Mesir dan dataran tinggi Golan Suriah pada konflik Timur Tengah 1967. Mei lalu Presiden Barack Obama menyerukan penyelesaian damai Timur Tengah berdasarkan perbatasan pra-1967. Namun, perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menentang dan menolak untuk penarikan Israel ke perbatasan. (T/P013/R2).

MI’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply