PEMERINTAH MAROKO BOIKOT ILMUAN ISRAEL

Fez, 8 Rajab 1434/18 Mei 2013 (MINA) –  Pemerintah Maroko mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengundang ilmuwan Israel untuk menghadiri konferensi ilmiah di Fez, Maroko sebagaimana yang di lansir oleh media lokal, Jumat (17/5).

Berita tersebut dikonfirmasi oleh kantor Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah Maroko. Konferensi itu dijadwalkan akan digelar pada Juni mendatang di Universitas Sidi Mohamed Bin Abdullah.

Perguruan Tinggi Persatuan Nasional Maroko meminta panitia konferensi untuk tidak mengundang ilmuwan Israel dan mengancam untuk menyerukan boikot Israel harus digalakkan.

Persatuan Nasional mengatakan, para ilmuwan Israel tidak akan menormalkan hubungan akademik dengan Israel, sebagaimana  dilansir MEMO yang dipantau MINA. 

Direktur Kantor Kementerian Maroko, Mohamed Talal mengatakan dalam konferensi pers, panitia telah memberitahukan kementerian dan mereka menyetujui untuk tidak mengundang ilmuwan dari Israel.

Sebelumnya, ilmuwan Fisika terkemuka Inggris, Stephen Hawking baru-baru ini memboikot sebuah konferensi yang digelar di Israel. Boikot itu dilakukan sebagai bentuk protes atas penjajahan Israel di wilayah Palestina dan dukungannya atas perjuangan rakyat Palestina.

Pada 1948, warga Palestina diusir Israel dari tanah mereka sendiri, di mana pada saat itu, 1,4 juta warga Palestina tinggal di 1.300 kota dan desa bersejarah di Palestina dimana peristiwa itu disebut dengan peristiwa Nakbah yang merupakan peristiwa yang dianggap kelam oleh masyarakat dunia.

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply