IRAN TEGAS TENTANG PANGKALAN PERMANEN AS DI AFGHANISTAN

Teheran, 14 Rajab 1434/24 Mei 2013 (MINA) – Iran kembali menegaskan pernyataan penentangan terhadap pembentukan permanen pangkalan militer Amerika Serikat di Afghanistan setelah pasukan keamanan koalisi pimpinan NATO meninggalkan negara mullah itu pada 2014.

Masalah ini diangkat oleh Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi selama kunjungan Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan Jan Kubis, Rabu (22/5) di Teheran.

Dalam pertemuannya dengan Jan Kubis, Salehi sekali lagi menegaskan bahwa AS tidak harus menetapkan basis militer di Afghanistan dan dia menekankan bahwa pasukan keamanan Afghanistan harus memimpin keamanan penuh di seluruh negeri.

Sementara itu, Kubis mendesak Iran berkunjung ke Afghanistan untuk memajukan transisi politik dan mengadakan pemilu sementara di sana yang menggarisbawahi peran kunci Iran di wilayah tersebut, Khaama Press melaporkan yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

NATO sebagai pimpinan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (led international security assistance force/ISAF) sedang mempersiapkan untuk menarik semua pasukannya dari Afghanistan. Kabul dan Washington terlibat dalam perundingan untuk menyelesaikan perjanjian keamanan bilateral yang akan memungkinkan tetap hadirnya tentara AS di Afghanistan setelah 2014.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai awal bulan ini mengumumkan bahwa AS dapat mempermanenkan sembilan pangkalan di Afghanistan setelah 2014,  yang dijadwalkan NATO menarik pasukan tempurnya. Meski demikian, yang pertama Karzai bersikeras meminta jaminan ekonomi dan keamanan.

Karzai menyebutkan tempat-tempat di mana AS ingin mempertahankan pasukannya termasuk di ibukota Kabul. Juga di Bagram yang memiliki pangkalan udara yang luas sebagai pusat operasi di timur. Provinsi-provinsi selatan yang bergolak seperti Kandahar dan Helmand. Termasuk Shindand di barat, di mana NATO melakukan pelatihan angkatan udara Afghanistan.

Basis-basis lainnya di pusat Mazar-i-Sharif, kota barat Herat yang posisinya dekat perbatasan Iran. Gardez Timur dan Jalalabad yang merupakan pintu gerbang utama ke Pakistan termasuk sebagai basis untuk drone. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply